Karst warisan buat anak cucu kita

Dr.Cahyo Rahmadi : Karst Menjaga Keberlangsungan Ekosistem Hidup Mahluk

Sangatta, DisHubKomInfo.Forum Peduli Karst KutaiTimur (FPKKT) mengadakan acara bincang santai di Wisma Prima KPC di Swarga Bara, Sangatta Utara, belum lama ini. Diskusi yang di inisiasi oleh Irwan Ridwan sekaligus sebagai koordinator acara dan Justina Ade, dosen Fakultas Ekonomi UNMUL sebagai fasilitator dan sponsorship.

Diskusi yang dihadiri oleh Dr. Cahyo Rahmadi (Presiden Masyarakat Speleologi Indonesia) dan Dr. Pindi Setiawan (Ketua Dewan Penasehat Masyarakat Speleologi Indonesia) sebagai pembicara, juga dihadiri oleh kalangan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi pecinta alam, pemuda  komunitas penggiat alam dan masyarakat  kecamatan Karangan, Sangkulirang, Sandaran dan  perwakilan instansi pemerintah serta pemerhati lingkungan, ini membahas tentang kelestarian Karst Kutai timur.

Bentangan karst Kutai Timur, mulai dari Sangkulirang sampai  Bengalon merupakan kekayaan alam yang memiliki manfaat sangat besar bagi masyarakat seperti ketersediaan sumber air. Apalagi, karst yang membentang dari sangkulirang sampai mangkalihat masuk dalam usulan warisan dunia Badan Budaya Persatuan Bangsa – Bangsa (UNESCO).

Irwan menuturkan, bahwa karst Kutim selama ini menjadi sorotan publik karena potensi dan ancaman kerusakan dari eksploitasi tambang. Untuk itulah forum ini dibutuhkan sebagai mitra pemerintah untuk memberi masukan tentang kebijakan pemanfaatan ruang karst yang ada di Kutai Timur

Dengan melakukan sosialisasi ke sekolah – sekolah dan memfasilitasi seminar yang membahas tentang menanamkan manfaat dan pentingnya karst bagi masyarakat dan pemerintah daerah serta pengelolaan karst menjadi lestari untuk tujuan dijadikan promo wisata alam karts. Bukan pemanfaatan yang sifatnya eksploitatif, tapi konservatif seperti ekowisata minat khusus

FPKKT melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), organisasi Pecinta Alam, pemerhati lingkungan, penggiat alam, akademisi, tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan media

Justina Ade menilai bahwa forum yang memfokuskan pada kepedulian kelestarian cagar alam karst merupakan  langkah mengamankan asset daerah. Forum ini juga bisa memulai pengembangan wisata dibandingkan kegiatan ekstraktif. “Selain itu dapat melibatkan masyarakat sekitar untuk peningkatan taraf hidup dan ekonomi mandiri masyarakat” tegasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *