Bupati Ismunandar, Kepala Adat Besar Kutai Kabupaten Kutai Timur H. Sayyid Abdal Nanang Al Hasani, launching langsung pesta adat Pelas Tanah 3 di TMII

IMG-20181005-WA0001

 

DISKOMINFO PERSTIK KUTIM, TMII JAKARTA – Bupati Kutai Timur H Ir Ismunandar MT kian berkomitmen ingin memperkenalkan kearifan lokal nilai luhur seni budaya Pelas Tanah sebagai ritual sakral kepada segenap seluruh masyarakat Indonesia. Dengan harapan nantinya dapat menjadikan aset budaya yang memiliki nilai hak paten.
Selain menjadi aset budaya ada Pelas Tanah juga menjadikan aset Pariwisata ditingkat nasional. Untuk itu dalam hal ini melalui Bupati Kutai Timur H Ir Ismunandar MT terus intens dalam mempromosikan perhelatan tradisi budaya lokal Kutim yang seharusnya dapat terus digelar secara turun menurun.
Terlebih Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam waktu dekat akan kembali menggelar perhelatan Pelas Tanah ke-3, 2018.Bahkan dalam kunjungannya menghadiri  launching di anjungan Daerah Kalimantan Timur Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jumat (28/9/2018), Bupati Ismunandar usia menyelesaikan lawatan-lawatan di Kecamatan langsung bertolak ke Jakarta.
Ada yang menarik dalam menujukan jati diri adat istiadat Kutim yang merupakan Provinsi Kaltim dan dalam sejarahnya diera sebelum kemerdekaan 1945 Kalimantan merupakan satu rumpun Melayu dengan Malaysia walau sempat terjadi konfrontasi dengan negara Jiran diera presiden pertama Ir Soekarno sehingga tercetus “ganyang Malaysia”.
Sebelum masa priode kepemimpinan Bupati Ismunandar, Kabupaten Kutai Timur yang merupakan wilayah pemekaran dari Bontang masyarakat asli Kutai tidak pernah menggelar tradisi leluhurnya. Apalagi Kutim merupakan bagian dari  kerjaan Kutai Kartanegara  (Tenggarong)  tidak pernah dilaksanakan  Pelas Tana.”Dengan demikian membuat tokoh adat setempat bertanya-tanya yang seharusnya Kutim juga dapat menggelar pesta rakyat setiap setiap tahunnya seperti Tenggarong melalui erau-nya,” ungkap Ismunandar.
Terlebih Bupati Ismunandar memperistri Wakil Ketua DPRD Kutim Bunda Hj  Encek UR Firgasih,  SH  yang juga berdarah biru dari keraton Mulawarman
Yang mana almarhum ayah kandung Bunda Encek Firgasih dan sempat menjabat sebagai kepala Dinas Agaria Pemprov Kaltim ibu kandungannya merupakan permaisuri dari Sultan Parekesit yaitu Raden Suwito.
Sehingga  kecintaannya akan tradisi di Kutim kian kental.Tentunya sumbangsih Ismunandar dan Bunda Encek Firgasih tidak hanya memajukan dari segi infrastruktur akan tetapi pembangunan melalui pelestarian Pelas Tana – nya.
Selain itu Kutim juga memiliki sektor wisata bahari seperti gua karst yang mana merupakan situs cagar budaya “dinasti” dari nenek moyang dijaman kehidupan  manusia Purbakala, karena pada dinding gua didapati tapak telapak tangan manusia purbakala.
Gua Karst baru saja menyandang predikat wisata di mata dunia Internasional melalui Ajang Pesona Indonesia, hal ini tentunya dari dukungan semua pihak dalam membantu pemerintah menyosialisasikan
Saat memberikan sambutannya kemanapun orang nomor satu di Kutim ini menginjakkan kakinya di daerah lain , termasuk di TMII  semangat baharinya sebagai petuah bijak orang tetua dulu bahkan saat  Kaltim sebelum memasuki jaman kemerdekaan.Pusat sentra pemerintahannya terkonsentrasi di Kerajaan Mulawarman  Tangga Arung yang sekarang  lebih dikenal sebagai Kabupaten  Tenggarong.  Ismunandar  memiliki darah i seni dan sastrawan yang terpendam kental dengan khas melayu nya, piawai berbalas pantun hal ini dibuktikannya sebelum memberikan pepatah sambutan langsung berpujangga melalui bait syair pantun nya.
“Bangun pagi sarapan bubur
Bubur disantap dengan ayam dan telur
Mari kembangkan budaya Kutai Timur
Agar masyarakat sejahtera dan makmur,” untaian bait pantun yang dibacakan Ismunandar.
Dengan pantun mengobati akan kerinduan  pelestarian seni dan budaya,  melalui untaian makna yang indah. Yang mana Ismunandar telah menunjukan kiprah dan perjuangannya sekaligus menghibur terlebih kepada pengunjung Taman Mini Indonesia  yang terletak diareal Ibu Kota Metropolitan tentunya karya -karya pantun telah tergerus dengan budaya asing.
Bahkan baik tamu undangan yang terdiri dari pejabat pusat terkait  maupun kepala daerah selain Kutim turut  mengapresiasikan positif ditandai dengan sambutan dan riuh nya tepuk tangan.
Kepedulian Bupati Ismunandar dalam mempromosikan dan menyuarakan adat Pelas Tanah berangkat kecintaan budaya Kutim dan didukung pula oleh
Punggawa  adat besar Kutai dan badan promosi daerah dalam berinvestasi melalui terobosan mempertahankan serta berkelanjutan dalam menyukseskan Pelas Adat Tanah.” Nantinya harapan saya  melalui event Pelas Tanah ini dapat  mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).
Untuk dapat mencapai apa yang diharapkan Ismunandar berpendapat adanya upaya masyarakat beramal pemerintah setempat  turut andil bersinergi membesarkan Pelas Tanah.
Pada sambutannya juga Ismunandar mengungkapkan akan pengertian  Pelas Tanah yang merupakan upacara adat warisan nenek moyang dan dilaksanakan secara turun temurun ini menjadi perhelatan kebudayaan yang dapat menghibur sekaligus dinikmati, tak kalah pentingnya mewarisi kepada anak cucu kita dan  seluruh warga Kutai Timur.
Untuk di Kabupaten Kutim Pelas Tanah sudah memasuki tahun ke 3 pelaksanaannya.
“Pelaksanaan Pelas Tanah memasuki masa ke 3 gelaran akan lebih besar gaungnya dan kian semarak,” ulas Ismunandar.
Adapun pada kesempatan momen yang mengusung tema anjungan Kalimantan Timur memberikan rasa kebanggaan dan  kehormatan bagi rombongan asal Kutim di TMII sebagai center, pusat informasi langsung dalam mempromosikan.(Tim Kominfo /AJI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *