Dishub Berikan Himbauan Untuk Jumlah Angkut Ponton Penyebrangan

IMG-20180621-WA0034

 

DISKOMINFO PERSTIK – SANGATTA. Untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat pengguna ponton penyeberangan khas Sangatta, Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim,  membuat kebijakan baru untuk membatasi banyak nya muatan penumpang dan kendaraan bermotor penggunaan jasa roda transportasi tersebut.
Untuk meminimalisir tingkat kecelakaan, Dishub Kutim memberikan himbauan kepada pengusaha penyedia jasa penyeberangan tersebut untuk hanya mengangkut penumpang sebanyak 10 orang dan 7 unit kendaraan bermotor saja. Dengan diberikannya himbauan khusus tersebut sekaligus menandakan keseriusan Pemkab Kutim dalam membenahi serta mengatur jalan nya roda transportasi yang ada Sangatta.
Dalam himbauan khusus berupa kebijakan Pemkab Kutim kali ini, sedikitnya ada tiga poin yang wajib ditaati pengusaha ponton.
Pertama,  ponton untuk mengangkut orang hanya berjumlah 10 orang. Jika cuaca kurang baik dan arus kencang,  hanya diperbolehkan membawa lima orang . Bila dalam keadaan banjir,  wajib tak beroperasi.
Kedua,  ponton untuk mengakut kendaraan motor,  tidak boleh melebihi 7 unit. Jika cuaca kurang baik dan arus kencang,  hanya mengakut lima unit saja. Bila dalam keadaan banjir,  wajib tak beroperasi.
Terakhir,  motor yang ingin menyebrang menggunakan ponton,  wajib mematikan mesin kendaraan terlebih dahulu.
Dikatakan Kadishub,  Ikhsanuddin Syerpi, kebijakan ini dikeluarkan bertujuan untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.  Diantaranya,  terbaliknya ponton,  terjatuhnya kendaraan,  serta kemungkinan lainnya. “Kami tak menginginkan ada musibah.  Makanya kami buatkan kebijakan.  Sedia payung sebelum hujan,” kata Ikhsanuddin.
Dirinya meminta,  semua pengusaha ponton taat terhadap himbauan tersebut. Dengan begitu,  maka tingkat terjadinya kecelakaan bisa diminimalisir serta dapat memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat saat menggunakan ponton. “Tujuan kami hanya keselamatan. Kami hanya memastikan  penumpang  aman dan  nyaman,” katanya.
Kebijakan ini tentulah mendapatkan apresiasi besar dari masyarakat pengguna jasa penyeberangan tersebut.  Hasti,  warga Gang Seroni saat menyebrang menuju Sangatta Selatan, mengaku senang atas kebijakan yang dikeluarkan ini.  “Saya merasa aman juga kalau enggak banyak-banyak penumpang di ponton seperti ini. Kalau sebelumnya,  biar sampai berapa pun kendaraan, tetap jalan walaupun sampai penuh,” katanya. (Tim Kominfo/RZKY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *