Berharap Masuk Dalam Warisan Dunia “UNESCO’s World Heritage Sites”

FB_IMG_1524822943210

 

DISKOMINFO PERSTIK – SANGATTA. Belum lama ini Wakil Bupati Kutai Timur H Kasimidi Bulang ST.MM memenuhi undangan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kaltim dalam menghadiri lawatan ke Negeri Malaysia.

Yang mana lawatan terkait studi banding pengelolaan sektor wisata Karst – Mangkalihat di Kabupaten Kutim yang mana studi banding dikonsentrasikan di Malaysia. Kegiatan studi banding terhitung dari Kamis (26/4) sampai dengan Senin (1/5) 2018.

Wabup Kutim Kasimidi pada Rabu (25/4) usai membuka malam perhelatan grand finalis duta Putra-Putri wisata di Gedung Buana Mekar sangat, berharap kepada para kontestan duta pariwisata Kutim bersama pemerintah Kabupaten Kutim memajukan, membesarkan melalui sosialisasi maupun promosi terhadap semua sektor yang ada di Kutim sebelum bertolak ke Malaysia.

Dengan keberangkatan Wabup Kasimidi Bulang ke Malaysia sebagai wujud sinerginitas dan terkait erat juga tentunya dengan program finalis kontestan duta pariwisata Kutim. “Yah salah satunya indikator penentu majunya sektor wisata juga tanggung jawab para kontestan duta pariwisata Kutim nantinya yang terpilih dalam bersinergi dengan Pemkab dalam memajukan Karst – Mangkalihat,” urai orang nomor dua di Kutim.

Tujuan dari studi banding yang di lakukan karena baik Malaysia juga memiliki potensi karst di Pahang begitu juga halnya di Kabupaten Kutai Timur.

Kedua potensi Karst yang terdapat di negara bagian Pahang dan Kabupaten Kutai Timur letak geografisnya di antara perkebunan sawit.

Terlebih karst melalui gunung Mulu wilayah bagian Malaysia merupakan warisan dunia juga masuk sebagai taman nasional dan dibawah perlindungan UNESCO.

Tentunya hal ini dapat menjadikan acuan bagi provinsi Kaltim melalui Karst Mangkalihat dapat masuk dalam usulan “UNESCO’s World Heritage Sites

Artinya dengan Karst Mangkalihat masuk sebagai UNESCO’s World Heritage Sites merupakan nominasi program Warisan Dunia internasional yang dikelola UNESCO World Heritage Committee, terdiri dari 21 kelompok (21 state parties) yang dipilih oleh Majelis Umum (General Assembly) dalam kontrak 4 tahun. Sebuah Situs Warisan Dunia adalah suatu tempat Budaya dan Alam, serta benda yang berarti bagi umat manusia dan menjadi sebuah Warisan bagi generasi berikutnya.

Adapun sektor warisan dunia dalam kategori
UNESCO’s World Heritage Sites adalah sebuah tempat khusus misalnya, Taman Nasional, Hutan, Pegunungan, Danau, Pulau, Gurun Pasir, Bangunan, Kompleks, Wilayah, Pedesaan, dan Kota.

Selama program studi banding berlangsung turut dikoordinir oleh Dinas Lingkungan Hidup Pemrpov Kaltim, dengan anggaran melalui program TFCA dan melibatkan kelompok studi Karst  dari Fakultas Geografi dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

Pada kesempatan studi banding pengelolaan Karst Malaysia turut mengundang baik Bupati atau Wabup dari Kabupaten Kutim dan Berau serta segenap lingkup SKPD terkait di kedua Kabupaten tersebut. (Tim Kominfo/Aji)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *