Erau Pelas Tanah 3 Mampu Perkuat PAD Kutim.

IMG-20181022-WA0027

 

DISKOMINFO PERSTIK – SANGATTA. Adanya gelaran Pesta Adat Pelas Tanah (PAPT), diharapkan  dapat menggambarkan nilai-nilai luhur,  kearifan lokal serta adat budaya nusantara. Ketua BPBD Rustam Effendi Lubis yang turut mendampingi putera mahkota, Kepala ABK Sayyid Abdal Nanang Al Hasani menegaskan PAPT tidak hanya sekedar memperkenalkan (promosi) tradisi budaya leluhur nenek masyarakat adat di Kutai Timur (Kutim) secara turun menurun akan tetapi juga dapat  menjadikan aset pariwisata.
Effendi Lubis menjelaskan dengan mendorong aset wisata tentunya akan berdampak pada pergerakan roda ekonomi.
Sementara Putera Mahkota, Kepala ABK Sayyid Abdal Nanang Al Hasani diharapkan ekonomi kerakyatan tidak hanya terfokus pada sektor tambang (batu bara) sebagai pendongkrak Pendapatan  Asli Daerah  (PAD) semata, akan tetapi ke depannya melalui PAPT yang dijadwalkan rutin dalam setiap tahunnya turut berimbang pada PAD pula. “Koloborasi dengan adat istiadat budaya nusantara lainnya juga perlu dikomunikasikan dalam memeriahkan agenda PAPT,” tegas Abdal Nanang.
Terlebih menurut Abdal Nanang hasil dari pelaksanaan Pesta Adat mampu menjadi strategi dalam menopang ekonomi. “Mengingat Kabupaten Kutim  ini kaya akan hasil sumber daya Alamnya. Namun jika kita hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam tidak bersifat kekal “berkepanjangan” Diperkirakan 20 tahun sampai dengan 30 tahun mendatang sumber daya alam batu bara dipastikan habis,” urai Putra Mahkota tersebut.
Untuk menyiasati habisnya sektor kekayaan alam dari perut bumi Kutim, maka momen PAPT sebagai alternatif dalam meningkatkan PAD.
Seni dan budaya Kutai melalui tajuk PAPT turut didukung oleh 28 Paguyuban Etnis di Kutim, tentunya sangat memberikan kesan positif pada sektor pariwisata termasuk berdampak positif pula pada PAD di Kutim.
“Pelas tanah dikemas dengan konsep yang sudah direncanakan menjadi sebuah gelaran yang akan menarik minat masyarakat luar Kutim untuk lebih mengetahui budaya lokal Kutai serta budaya etnis lain di wilayah itu,” jelas Rustam Effendi Lubis selaku Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Kutim.
Ditambahkan Lubis, dari pesta adat ini diharapkan ada peningkatan terhadap daya tarik wisata di Kutim. Banyak yang akan ditampilkan selain memperkenalkan budaya asli turun temurun karena panitia juga menggelar lomba olahraga tradisional, pentas seni, hingga karnaval budaya.
“Butuh promosi dan dukungan untuk mengembangkan potensi wisata berbasis sajian adat dan budaya tradisional sebagai daya tarik tersendiri, selain potensi wisata alam Kutim yang juga sangat banyak untuk diperkenalkan kepada dunia,” tutupnya.(Tim Kominfo / Aji)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *