FGD Dorong Percepatan Tahapan Draf Perbup Terkait Pelestarian Cagar Budaya

IMG-20180425-WA0053-400x200

 

DISKOMINFO PERSTIK -Sangatta. Kegiatan rapat koordinasi rakor focus group discussion (FGD), untuk melanjutkan penyusunan naskah nominasi warisan dunia, dari kegiatan sebelumnya di Samarinda, kini dilaksanakan di Kutai Timur. Pelaksanaan FGD, terkait pembahasan draft peraturan Bupati Kutai Timur tentang cagar budaya dan tahapan dossier untuk situs warisan dunia Karst Sangkulirang Mangkalihat, dilaksanakan selama dua hari, yang berlangsung di ruang Pelangi Dua, Hotel Royal Victoria, Sangatta Utara.
Acara yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Kutai Timur tersebut, dibuka Wakil Bupati Kutai Timur, Kasmidi Bulang pada, Selasa, 24 April yang dihadiri oleh Bidang pelestarian cagat budaya dan permuseuman, Dinas kebudayaan Kutai Timur, Dinas Pariwisata Kutai Timur, serta unsur-unsur Pemerintahan Provinsi Kabupaten Berau,  Kabupaten Kutai Timur dan Stake Holder lainnya.
Dalam sambutannya Kasmidi meyampaikan, sebagaimana diketahui pada tahun lalu, Sangkulirang Rock Art telah meraih juara I, dalam ajang anugrah pesona Indonesia dari katagori situs sejarah terpopuler, dari Kementerian Pariwisata RI, memontum tersebut mendorong kita untuk selalau berupaya agar kedepan situs warisan dunia, karst Sangkulirang Mangkalihat yang meliputi wilayah Kabupaten Berau dan Kutai Timur akan ditetapkan menjadi warisan dunia oleh Unesco, terlebih pulau Kalimantan yang besar ini belum memiliki icon dunia.
Sebelumnya Kepala Dinas Kebudayaan Kutai Timur, Iman Hidayat menyampaikan, dari Rakor FGD diharapkan bisa tersusun draf final, untuk peraturan Bupati Kutai Timur, tentang pelestarian dan pengelolaan cagar budaya di kawasan karst, Sangkulirang Mangkalihat, karena hal tersebut merupakan bahan sebagai dasar untuk mengusulkan ke tingkat provinsi yang dilanjutkan ke tingkat nasional yang akan ditangani oleh Dirjen Kebudayaan, dari Dirjen Kebudayaan akan mengirimkan ke pihak Unesco.
Dalam kesempatan tersebut Iman juga menyampaikan, Dinas Kebudayaan juga ingin mencapai pengakuan dari tarian dan pelas tanah yang dapat ditetapkan menjadi warisan budaya, karena kini kebudayaan didukung Undang-undang No. 5 Tahun 2017 Tentang kemajuan budaya yang baru saja keluar tahun lalu.
SANGATTA – Jalan Rapat Koordinasi Focus Group Discussion (FGD), pada Selasa (24/4) lalu yang berlangsung di ruangan pelangi 2  Hotel Victoria Sangatta Kabupaten Kutai Timur, terkait dengan kelanjutan penyusunan naskah nominasi warisan dunia, yang  sebelumnya kegiatan terlaksana di Samarinda. Sementara saat ini di gelar di Kabupaten Kutim.
Yang mana rakor FGD turut melakukan pembahasan draft Perbup Kutim terkait cagar budaya dan tahapan dossier untuk situs warisan dunia Karst Sangkulirang Mangkalihat, yang mana agenda FGD berlangsung selama dua hari.
Berlangsung rakor FGD didukung penuh oleh Dinas Kebudayaan Kutai Timur, dan dibuka langsung oleh Wabup Kutim H Kasimidi Bulang, ST.MM. dan turut dihadiri oleh Bidang pelestarian cagat budaya dan permuseuman, Dinas kebudayaan Kutai Timur, Dinas Pariwisata Kutai Timur, serta unsur-unsur Pemerintahan Provinsi Kabupaten Berau,  Kabupaten Kutai Timur dan Stake Holder.
Pada kesempatan FGD pada sambutannya Kepala Dinas Kebudayaan Kutai Timur, Iman Hidayat mengatakan melalui rakor yang diselenggarakan dapat tersusun draf secara final terutama pada Perbup. “Yang mana turut mengatur tentang pelestarian dan pengelolaan cagar budaya di kawasan karst, Sangkulirang Mangkalihat,” jelasnya.
Menurutnya dengan telah rampungnya hasil draf yang dikeluarkan melalui Perbup dapat menjadikan ajuan dasar dalam pengusulannya ke tingkat provinsi, kemudian berlanjut ditingkat nasional yang selanjutnya kewenangan penanganannya lebih kepada Dirjen Kebudayaan, dari Dirjen Kebudayaan akan mengirimkan ke pihak Unesco.
Selain itu Iman menambahkan mewakili Dinas Kebudayaan. “Adanya pengakuan hak paten tarian dan kelas tanah dapat ditetapkan serta diagendakan sebagai warisan budaya berdasarkan Undang-undang No. 5 Tahun 2017 Tentang kemajuan budaya yang baru saja keluar tahun lalu,” tutupnya.  (Tim Kominfo/Aji)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *