Sebanyak 37 Warga Musibah Korban Gempa Palu Hijrah Ke Kutim Bupati Upayakan Sarana Ruang Khusus

IMG-20181011-WA0000

 

DISKOMINFO PERSTIK – SANGATTA. Pasca musibah gempa yang disertai tsunami dahsyat di Palu, Sigi dan Donggala bantuan terus mengalir ke Posko bantuan Palang Merah Indonesia  (PMI) Kabupaten Kutai Timur.
Bantuan yang terus disalurkan ke Markas PMI Kutim berupa pakaian, bahan makanan seperti sembako, pakaian laik pakai. Seperti halnya Rabu (10/10/2018), bantuan  datangnya dari segenap pelajar, orang tua murid dan guru Yayasan Pendidikan Swarga Bara (YPSB) Sangatta, dengan memberikan bantuan berupa dana sebesar Rp 70 juta dan dari GP Anshor Kutim sebesar Rp 91 juta.
Yang mana dana segar sekaligus bantuan bagi korban musibah  gempa diserahkan langsung oleh masing-masing pimpinan penggalangan bantuan yang diserahkan langsung kepada Ketua Umum PMI Kutim yang juga Bupati Kutim H Ir Ismunandar MT.
Pada kesempatan tersebut Kepala Markas PMI Kutim Wilhelmus turut melaporkan arus transmigrasi pasca gempa banyak warga korban gempa Palu, Sigi dan Donggala berjumlah 37 warga mengungsi. “Yang mana warga korban gempa untuk sementara menumpang dirumah keluarganya ada yang di Sangatta juga Kecamatan Bengalon,” jelasnya.
Kepala markas PMI Kutim  mengatakan perihal awal warga korban gempa data semula sebanyak 31 pengungsi. “Dari perkembangan terbaru sepekan ini jumlah pengungsi ke Kutai Timur kian bertambah menjadi 37 pengungsi,” tegas Wilhelmus.
Wilhelmus atau yang dikenal dengan panggilan Ewil ini, mengungkapkan pengungsi sebenarnya sudah mendatangi posko bantuan PMI, namun pihaknya menganjurkan kepada segenap warga pengungsi agar dapat berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kutim. “Dengan harapan agar memudahkan dan memastikan warga tersebut terdata dan memang benar-benar dari warga korban pengungsian akibat musibah gempa,” bebernya.
Mengetahui wilayah Kabupaten Kutim kedatangan warga pengungsi korban gempa, baik Bupati Ismunandar beserta Wabup Kasmidi langsung tanggap dan merespon positif.”Saya bersama dinda Wabup Kasmidi akan memberikan ruang (tempat), juga  bersama PMI Kutim akan kembali menindaklanjutinya melalui koordinasi dengan tata ruang dan pihak transmigrasi dalam mengakomodir fasilitas seperti sarana (hunian) bagi warga transmigrasi ini,” ucap orang nomor satu di Pemkab Kutim.
Bupati sempat pula berkomunikasi dengan perwakilan warga pengungsi bahwasanya pengungsi tidak akan mungkin kembali ke wilayah daerah tempat tinggalnya pasca gempa. “Karena terlihat sekali rasa trauma akan kejadian gempa tersebut, otomatis dengan bertransmigrasi artinya mereka juga harus mendapatkan sumber penghidupan disini,” tutur Ismunandar. (Tim kominfo / Aji)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *