Wana Rally Ke-12 Dirangkai Dengan “Re-Introduksi” Anggrek Hitam

FB_IMG_1533379440765

 

DISKOMINFO PERSTIK – SANGATTA. Gelora budidaya anggrek hitam ( Coelogyne pandurata) demi keberlangsungan pelestariannya terus di launching.

Ekosistem jenis tanaman anggrek hitam merupakan jenis tumbuhan langka keberadaan untuk itu sangat dilindungi undang-undang.

Selain itu jenis tanaman anggrek hitam merupakan maskot Provinsi Kaltim. Untuk itu pada sabtu (4/8/) 2018 turut menggiatkan launching anggrek hitam melalui event Wana Rally ke 12.

Kegiatan Wana Rally yang dirangkai oleh launching Anggrek Hitam diperkasai oleh PT Pupuk Kaltim . Yang mana pada pelaksanaannya turur didukung langsung oleh Wakil Bupati Kutai Timur H Kasmidi Bulang ST.MM didampingi istri pejabat esselon diteras Dinas Pariwisata Kutim Bunda Hj Tirah Satriani, SE.MM.

Direktur Produksi Pupuk Kaltim, Bagya Suguhartana, menegaskan budidaya anggrek hitam untuk event yang ke – 12 ini turut ditandai dengan Kasmidi Bulang secara resmi melakukan re-introduksi kembali ke habitat aslinya di Taman Nasional Kutai (TNK).

Pewarta mencoba mewawancarai Direktur Produksi Pupuk Kaltim, tersebut atas aksi kepedulian tanaman Anggrek Hitam melalui momen Wana Rally? ” hal ini dikarenakan Saat ini, habitat asli anggrek hitam mengalami penurunan jumlah yang cukup besar karena semakin menyusutnya luasan hutan. Namun, saat ini anggrek hitam bisa dilihat di area Balai Taman Nasional Kutai (TNK) di Jalan Poros Sangatta Bontang, Kabupaten Kutai Timur,” tegas Bagya Suguhartana kepada media.

Untuk itu pada pelaksanaannya Bagya Suguhartana beserta manajemen Pupuk Kaltim mendistribusikan sebanyak 1.000 bibit anggrek hitam, dalam menambah nuansa estetika keindahan pada lintasan jogging track bagi para pejalan kaki,” imbuhnya.

“Untuk dapat mengembang biakannya, agar dapat tumbuh secara baik (subur) maka harus dapat ditanami di habitat aslinya seperti lokasi TNK ini,” tutup Bagya Suguhartana. (Tim Kominfo/Aji)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *