Operasikan Mesin Magnetik, Sintawaka Tekan Debit Volume Sampah Di TPA.

IMG-20180720-WA0008

DISKOMINFO PERSTIK – SANGGATTA. Beragam pengelolaan sampah terus dilakukan, sebelumnya terobosan di lakukan oleh LSM lingkungan bermitra dengan stake holder di Kutim dalam menyulap sampah untuk dijadikan nilai rupiah, tak berbeda jauh di Kota Balikpapan sudah lebih dulu dalam pengembangan Bank Sampah.
Bank Sampah yang di maksudkan masing – masing perangkat RT se-Kota Balikpapan membentuk kader bank sampah.
Yang nantinya sampah di pilah sesuai pengelompokannya seperti sampah kering dan sampah basah untuk kemudian dua Minggu sekali ditimbang oleh pengepul sampah untuk ditukarkan dengan uang dan dimasukan ke dalam rekening bank sampah masing-masing kader.
Sementara pada Jumat (20/7) pagi Bupati Kutai Timur H Ir Ismunandar, MT bertandang ke Kantor  Unit Pelaksana Teknis Kebersihan, Pertamanan, dan Pemakaman (UPT KPP) di Kecamatan Sangatta Utara.
Kehadiran Bupati di UPT KPP Kutim sangat beralasan untuk melihat tekhnik pengoperasian mesin penghancur sampah yang di produksi oleh perusahaan Jepang, yaitu mesin Magnetic Sintawaka.
Bupati Ismunandar mengungkapkan kebetulan mesin sampah Magnetic Sintawaka, yang tengah uji coba merupakan mesin satu-satunya yang melalui proses  persiapan pengoperasiannya di Kutim.
“Jadi Kabupaten kami dari Kaltim, satu-satunya yang mewakili dalam tahapan uji coba mesin penghancur sampah tersebut,” ungkap Bupati Ismunandar.
Bupati Ismunandar mengungkapkan keunggulan mesin penghancur sampah asal produk Jepang itu tidak hanya menghancurkan sampah rumah tangga akan tetapi juga alat-alat kesehatan atau limbah rumah sakit.
Untuk itu mesin yang mampu memusnahkan limbah sampah kesehatan atau rumah sakit juga melalui uji lab. “Terkait pengoperasiannya, saat ini kami sedang mempersiapkan kader tehnisi operatornya untuk dilatih,”kata Bupati Ismunandar.
Dengan adanya mesin sampah Magnetik Sintawaka, sangat membantu dalam mengurangi debit volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Adapun lisensi  Magnetik Singkawang  dikembangkan oleh Daimaru Seisakusho, Co.,Ltd Tana. Chuo-ku Sagamihara City. Kanagawa-ken Japan. merupakan mesin yang mampu menghancurkan sampah padat sebanyak 5 sampai 7 kubik sampah.
Bupati Ismunandar berharap apabila nantinya terbilang sukses dalam pengoperasiannya, barulah pihak Pemkab Kutim akan melaunching peluncurannya.  (Tim Kominfo/Aji)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *