Puluhan Personil Polres Kutim Diterjunkan Di Tengah Banjir Evakuasi Warga Yang Terjebak Luapan Air

IMG-20180428-WA0123

DISKOMINFO PERSTIK -SANGATTA. Kian tingginya kedalaman banjir akibat luapan sungai Sangatta serta intensitas curah hujan yang turun terhitung Kamis (26/4) sampai dengan Sabtu (28/4) menyebabkan puluhan desa dan beberapa wilayah kecamatan terendam banjir.
Musibah banjir di Kutim di pertengahan 2018 ini terbilang parah dan meluluhkan aktivitas warga sekitar.
Mengetahui kondisi demikian jajaran Polres Kutim tak tinggal diam. Dibawah arahan dan koordinasi Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan langsung menurunkan puluhan personilnya lengkap dengan peralatan penyelamatan “evakuasi” dengan menurunkan perahu karet.
Bahkan dalam penanganan evakuasi korban banjir Kapolres Kutim Teddy Ristiawan memimpin langsung jalannya evakuasi, selain menerjunkan puluhan petugas anggotanya, Kapolres turut menyiagakan tim medis seperti tenaga dokter dari kepolisian (Dokpol) untuk menangani pelayanan medis bagi korban banjir yang membutuhkan.
Komandan tertinggi Polres Kutim ini turut mengerahkan berbagai upaya baik dari SDM hingga prasarana evakuasi selain perahu karet (kano) juga pelampung.
“Dari hasil pendataan dari kepolisian jumlah warga yang sudah kami inventarisir datanya terdiri enam dusun dengan jumlah kepala keluarga yang terdampak banjir sebanyak, seribu lima ratus lima belas kepala keluarga, yakni dusun Masabang, Gunung Teknik, Gunung Karet, Pinang Mas, Silfaduta dan Danau Raya. Untuk Sangatta Selatan khususnya jalan Loa Mali menurutnya ketinggian air hingga mencapai dua meter,”tegas pria berpangkat melati dua Teddy.
Teddy turut mengintruksikan di setiap Polsek untuk turun langsung bagi wilayahnya yang terkena banjir.”Selain Sangatta Utara Dan Selatan, Kecamatan Bengalon juga terdampak banjir namun tidak separah Sangatta Utara dan Selatan,” imbuhnya.
Orang nomor satu di Polres Kutim ini menegaskan selama proses evakuasi berlangsung kondisi jalannya penyelamatan (rescue) korban banjir dapat berjalan aman dan lancar. “Dari laporan personil dari hasil pantauan tidak ada gangguan binatang predator buaya Sangatta dan ular,” ungkap Teddy.
Walau demikian Teddy tetap mengimbau warga yang terdampak banjir untuk tetap waspada akan kemunculan hewan buas buaya dan ular.( Tim kominfo /aji)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *