Terkait Vaksin IMR, Kadiskes Kutim Tunggu Info Dari Menkes Tentang Sertifikasi IMR

download

 

DISKOMINFO PERSTIK – SANGATTA.  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan bersabar menunggu informasi dari Menteri Kesehatan  (Menkes) terkait proses sertifikasi halal terhadap vaksin Imunisasi Measles Rubella (IMR). Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr. Bahrain saat dihubungi awak media melalui saluran telepon pada hari ini (3/8).
 
 
Kadinkes Kutim, dr. Bahrani, mengatakan sejauh ini pihaknya memang belum mendapatkan informasi resmi dari Menkes terkait ke halalan vaksin  IMR ini. Lebih lanjut dirinya menambahkan, bahwa benar jika pihak Majelis Ulama Indonesia belum mengeluarkan sertifikasi halal untuk vaksin IMR, akan tetapi dr. Bahrain mengatakan bahwa hal tersebut bukan berarti menjadikan vaksin tersebut haram.
 
“Kita masih menunggu informasi resmi dari Menteri Kesehatan (Menkes) terkait permasalahan ini”. katanya.
 
Akan tetapi, dengan belum adanya pernyataan resmi dari Menkes tersebut, dr. Bahrain mengajak kepada masyarakat Kutim untuk tetap melakukan hal yang terbaik untuk putra putrinya. Menurutnya, dengan melakukan vaksinasi IMR terhadap anak, hal tersebut sebagai upaya dari bentuk pencegahan lahirnya bayi-bayi dengan Sindrom Rubella Kongenital.
 
 
“Vaksin ini baik untuk pertumbuhan. Masyarakat jangan ragu untuk ikut mensukseskan kampanye imunisasi Measles Rubella (IMR) ini”. ungkap dr. Bahrani.
 
 
 
Lebih jauh dijelaskan bahwa dengan memberikan vaksin IMR, bisa mengurangi resiko bayi lahir dengan katarak pada mata (buta), tuli berat pada organ pendengaran, otak kecil sehingga terlambat perkembangan, dan jantung bocor. (Tim Kominfo/ R A)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *