Terkepung Banjir Warga Puluhan Desa Dan Tiga Kecamatan Lumpuh Dari Aktivitas

IMG-20180428-WA0250

DISKOMINFO PERSTIK -SANGATTA. Curah hujan yang mengguyur Sangatta pada Kamis (26/4) hingga Sabtu (28/4) membuat pilihan desa tepatnya Kecamatan Sangatta Utara, Selatan dan Bengalon terisolir oleh banjir.
Ketinggian permukaan aliran bantaran anak sungai terus mengalami kenaikan hingga mendekati permukaan daratan. Puncaknya Sabtu ketinggian air baik yang disebabkan dari curah hujan dan luapan volume air dari aliran anak sungai meluber dengan mengenangi tiga kecamatan tersebut.
Mengetahui kondisi darurat banjir tim satuan tugas (satgas) gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Basarnas, Dinas Sosial,  Polres Kutim,  Lanal Sangatta, PMI Kutai Timur dan instansi lainnya serta pihak perusahaan, sudah melakukan penyisiran ke pemukiman warga yang terendam banjir terbilang parah.
Kondisi banjir terparah dan terbesar di pertengahan 2018 juga mendapatkan perhatian Bupati Kutai Timur H Ir Ismunandar, MT yang langsung turun ke kawasan warga yang terkena banjir diantaranya RT 03 dan RT 04 Sangatta Selatan, Gang Bone Kelurahan Teluk Lingga.
Saat monitor banjir Bupati Ismunandar turut menyerahkan bantuan sekaligus mengintruksikan pendirian dapur umum.
Sementara kepala BPBD turut mendampingi kepala seksi Penanggulangan Darurat, Romi Rahmadani menjelaskan pihak telah melakukan penyisiran lajur evakuasi di banyak titik yang terendam banjir. “Kedalaman banjir di titik yang mengkhawatirkan Sepinggan ukuran orang dewasa hingga leher,”ungkapnya.
Sementara sarana perlengkapan yang tersedia bagi penanganan evakuasi banjir yang diturunkan meliputi perahu karet, perahu lipat, pelampung dari BPBD, Basarnas Lanal Sangatta dan Polres Kutim.
Terkait warga yang dievakuasi Romi menjelaskan langsung di bawa ke tenda pengungsian akan tetapi ada juga yang memilih mengungsi ke tempat sanak,keluarga dan kerabat.
“Untuk dapur umum sudah didirikan oleh Dinas Sosial terutama dalam memenuhi asupan kebutuhan makanan bagi pengungsi juga tim evakuasi (rescue),” tegas Romi.
Romi menuturkan berdasarkan hasil inventarisir titik banjir yang terbilang parah di kawasan Kabo yang mana terdapat 200 KK korban banjir sedangkan Sangatta Selatan belum dapat diketahui jumlah KK yang terkena banjir.
Hingga Sabtu tim gabungan evakuasi selama 1 X 24 jam terus melakukan pergerakan menyusuri pemukiman warga yang terendam banjir.
Selama banjir masih merendam pihak PLN memutuskan aliran listrik dan air bersih dimatikan terutama di lingkungan yang tergenang banjir dan memiliki kedalaman 2 meter.(Tim Kominfo/Aji)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *