Walau Puasa Tetap Semangat Ikuti Peringatan Upacara Kebangkitan Nasional Jajaran Pemkab Kutim

FB_IMG_1526897014156

 

DISKOMINFO PERSTIK -SANGATTA. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional, yang jatuh pada Senin (21/5) ditengah umat muslim melaksanakan ibadah puasa tidak melunturkan semangat jajaran Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Kutim, masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), segenap kalangan pelajar, unsur Forum Komunikasi Perangkat Daerah TNI-Polri.
Untuk itu pada momen hari Kebangkitan Nasional, selaku Inspektur Upacara Wakil Bupati Kutai Timur H. Kasmidi Bulang ST.MM didampingi Sekretaris Kabupaten Kutim Drs.H Irawansyah, M.Si Dandim 0909 Sangatta Letkol Inf Kamil Bahren, Danlanal Sangatta Letkol Laut (P) Mulyan Budiarta, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sangatta Mulyadi SH. tetap bersama menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional.
Jalannya upacara Kebangkitan Nasional tetap berlangsung khidmat, namun pemandangan sedikit berbeda kali ini. Yang mana upacara Hari Kebangkitan Nasional dilangsungkan di gedung Serba Guna yang tertutup dilengkapi sarana pendingin ruangan (air conditioner), yang memang tersedia.
Tidak seperti puncak peringatan hari besar kenegaraan lainnya, biasanya baik Bupati dan Wabup Kutim memimpin upacara di ruang terbuka seperti di lapangan halaman kantor Pemkab Kutim. Hal ini dikarenakan agenda Kebangkitan Nasional bersamaan dengan bulan suci Ramadan.
Wabup Kasimidi menegaskan walaupun banyak jajaran pejabat eselon baik lingkup kadis, Pegawai Negeri Sipil (PNS), Tenaga Kontrak Kerja Daerah (TK2D) sedang menunaikan ibadah puasa tidak lantas semangat Nasionalisme dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional menjadi kendur.”Semangat Kebangkitan Nasional harus senantiasa terpatri pada masing-masing abdi negara,”tegasnya.
Wabup mengungkapkan Kebangkitan Nasional merupakan hari dimana Rasa dan Semangat Persatuan, Kesatuan, dan Nasionalisme serta kesadaran bangkit untuk memperjuangkan kemerdekaan Negara kita Republik Indonesia, yang dulunya tidak pernah muncul selama penjajahan oleh Belanda dan Jepang. “Yah jadi wajib kita maknai dan peringati demi keutuhan persatuan kesatuan bangsa dalam menjaga kedaulatan NKRI,” jelas Kasmidi.(Tim Kominfo/Aji)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *