
Jembatan Nibung Diresmikan Akses Kaubun–Sangkulirang Kian Lancar dan Dongkrak Ekonomi Warga
KAUBUN – Hadirnya Jembatan Penghubung Nibung yang baru saja diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, seakan menjadi jawaban atas harapan panjang masyarakat Kecamatan Kaubun dan sekitarnya. Infrastruktur tersebut tidak hanya mempermudah akses transportasi, tetapi juga membuka peluang percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir Kutai Timur.
Camat Kaubun, Saprani mengatakan hadirnya jembatan yang menghubungkan desa Kandungan Jaya dan Pelawan ini akan mampu mendukung perekonomian dan pengembangan wilayah , khususnya Kecamatan Kaubun dan Sangkulirang.
"Alhamdulillah, dengan adanya jembatan ini akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat kami." ujarnya.

Selain itu, hadirnya Jembatan Sungai Nibung ini juga akan memudahkan akses transportasi menuju kawasan wisata di Kabupaten Berau, khususnya Biduk-Biduk. Kawasan yang dikenal dengan keindahan pantai dan destinasi baharinya itu selama ini menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan di Kalimantan Timur.
Dengan terbukanya akses yang lebih lancar, arus kendaraan dari Kutai Timur menuju Biduk-Biduk dipastikan semakin meningkat. Kondisi ini tentu berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat di sepanjang jalur yang dilintasi. Peluang usaha seperti warung makan, penginapan, bengkel, hingga penjualan produk UMKM lokal diprediksi akan tumbuh seiring bertambahnya mobilitas orang dan barang.
Kepala Desa Pelawan, Nurhanuddin mengaku bersyukur akhirnya jembatan yang dibangun sejak tahun 2014 ini akhirnya rampung dan bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tidak hanya memudahkan akses transportasi masyarakat. Hadirnya jembatan ini juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Berau ini.
"Mewakili masyarakat Desa Pelawan kami mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kabupaten Kutai Timur,"ujarnya.
Hadirnya jembatan yang memiliki panjang keseluruhan 390 meter tersebut, sambung Nurhanuddin akan menjadi akses strategis perekonomian masyarakat yang mayoritas berpenghasilan sebagai petani kelapa sawit di wilayah yang masuk di wilayah Kecamatan Sangkulirang tersebut.
Adanya jembatan ini menjadi mimpi yang terwujud. Mereka akhirnya bisa menikmati fasilitas jembatan. Yang mana sebelumnya mereka hanya mengandalkan ponton (penyebrangan) untuk mendistribusikan hasil pertaniannya dan kadang-kadang terkendala cuaca sehingga berdampak terhadap kualitas komoditas yang akan pasarkan.
"Semoga dengan adanya jembatan ini bisa lebih meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya warga Pelawan, " ujarnya.
Penulis : Tejho
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km² atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.