
Optimalisasi Satu Data, Diskominfo Staper Kutim Gelar Bimtek Operator Portal Data Daerah 2026
SANGATTA - Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Operator Portal Satu Data Pemerintah Daerah Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Dlounge Meeting Room, Hotel Royal Victoria Sangatta, pada Senin (06/04/2026) dan akan berlangsung selama dua hari hingga 7 April 2026.
Bimtek ini diikuti oleh seluruh operator perangkat daerah (PD) dengan mengusung tema “Optimalisasi Portal Satu Data dalam Mendukung Kutai Timur Tangguh, Mandiri dan Berdaya Saing.”
Mewakili Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H. Siburian, dalam sambutannya menegaskan bahwa transformasi digital saat ini membawa perubahan besar dalam tata kelola pemerintahan, khususnya dalam pengelolaan data.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah tidak lagi dapat mengandalkan asumsi dalam pengambilan kebijakan, melainkan harus berbasis pada data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Data bukan sekadar angka, melainkan representasi arah kebijakan dan masa depan Kutai Timur. Selama ini tantangan terbesar yang kita hadapi adalah data yang tersebar di berbagai perangkat daerah, perbedaan format, serta belum terintegrasi secara sistematis,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut kerap menimbulkan berbagai kendala, seperti sulitnya akses data, terjadinya perbedaan informasi, hingga keterlambatan dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, kebijakan Satu Data Indonesia menjadi langkah strategis dalam menciptakan tata kelola data yang efektif dan efisien.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberadaan data saja tidak cukup, tetapi kualitas data juga harus menjadi perhatian utama agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran.
“Melalui portal Satu Data Kutai Timur, diharapkan data dapat diakses dengan cepat, mudah, terintegrasi, dan memiliki kualitas yang terjamin. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh birokrasi, tetapi juga langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Ia mencontohkan, data yang akurat dan terintegrasi dapat membantu pemerintah dalam menyalurkan bantuan sosial secara tepat sasaran, menyusun perencanaan pembangunan yang lebih terarah, serta mengidentifikasi potensi ekonomi daerah secara lebih optimal.
Selain itu, transparansi informasi publik juga akan meningkat sehingga masyarakat dapat mengetahui kinerja pemerintah daerah secara terbuka.
Ronny juga mengimbau seluruh perangkat daerah untuk aktif menginput dan mempublikasikan data melalui PPID, sehingga fungsi diseminasi informasi kepada masyarakat dapat berjalan maksimal.
Sementara itu, Kepala Bidang Statistik Diskominfo Staper Kutim, Hasanuddin, menyampaikan bahwa kebutuhan terhadap data berkualitas dari instansi pemerintah saat ini semakin meningkat, terutama dalam mendukung proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, hingga pengendalian pembangunan.
“Partisipasi aktif seluruh operator sangat diperlukan untuk memastikan data yang dihimpun dalam portal Satu Data Kutai Timur terus meningkat, baik dari sisi jumlah maupun kualitas,” ujarnya.
Berdasarkan data tahun 2025, capaian portal Satu Data Kutai Timur telah mencapai 77,1 persen atau sebanyak 3.545 indikator dari total 4.603 indikator yang ditargetkan.
Pada tahun ini, capaian tersebut diharapkan dapat terus ditingkatkan. Terlebih, berdasarkan hasil Forum Satu Data Kutai Timur tahun 2025, telah disepakati sebanyak 3.870 indikator data yang harus dipenuhi.
Ia menambahkan bahwa Diskominfo Staper Kutim akan terus melakukan perbaikan dan pengembangan, baik dari sisi sistem maupun tata kelola, agar portal Satu Data dapat berfungsi optimal sebagai media integrasi, dokumentasi, dan diseminasi data daerah.
Kegiatan bimtek ini turut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Widiantono dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kutim, serta Eko Junirianto, Hadi Firmansyah, dan Aco Wahyudi dari CV. Bisof Research and Teknologi.
Penulis : Maulana
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km² atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.