Tue 24/02/2026
  Admin Berita Berita

Penantian Panjang Berakhir, Jembatan Nibung Buka Akses Ekonomi Baru Warga Pesisir

KAUBUN – Setelah lebih dari satu dekade dinantikan, Jembatan Sungai Nibung yang menghubungkan desa Kadungan Jaya, Kecamatan Kaubun, dengan desa Pelawan, Kecamatan Sangkulirang, akhirnya rampung. 
Jembatan yang memiliki panjang bentang kurang lebih 390 meter ini dengan lebar 6 meter ini sudah selesai di bangun dan akan segera beroperasi dan di lalui oleh masyarakat setelah nantinya selesai di lakukan penyempurnaan dan uji beban untuk memastikan keamanan dan keselamatan sebelum di manfaatkan oleh masyarakat.

Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud secara simbolik meresmikan jembatan tersebut yang di tandai dengan penandatangan prasasti dan di saksikan langsung oleh Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, Wakil Bupati Mahyunadi, serta jajaran pejabat yang hadir. Selasa (24/02/2026).


 Gubernur Rudy Mas’ud, menyampaikan bahwa Jembatan Nibung bukan hanya milik satu daerah, tetapi milik bersama, termasuk warga Berau dan Kalimantan Utara yang bisa memanfaatkan infrastruktur yang memiliki nilai strategis tersebut. Ia menyabut hadirnya jembatan ini menjadi wujud hadirnya negara dalam upaya memberikan layanan dasar kepada masyarakat.

"Setelah 13 tahun menunggu, masyarakat kini memiliki akses yang lebih cepat, efisien, dan produktif. Dan saya yakin hadirnya jembatan ini bisa  membuka akses ekonomi, lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,"ujar Rudy Mas’ud.

Gubernur yang hadir di dampingi istri tercintanya Ny. Sarifah Suraidah Harum ini menjelaskan bahwa apabila jembatan ini sudah di fungsikan, maka mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar, efisien, dan distribusi barang dan jasa lebih cepat serta terjangkau.

“Mudah-mudahan Jembatan Nibung ini memberikan manfaat besar dan keberkahan bagi seluruh warga Desa Kadungan Jaya dan Pelawan, serta Kecamatan Kaubun, Sangkulirang, dan Kutai Timur. Kami titip kepada masyarakat, jaga dan rawat jembatan ini karena ini adalah jembatan kita bersama,” tutup orang nomor satu di Kaltim.

Pemotongan pita oleh sejumlah pejabat yang menandai selesainya pembangunan Jembatan sungai Nibung.

Hal senada juga di sampaikan Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, yang menyebut bahwa kehadiran jembatan ini menjadi harapan besar bagi warga Kadungan Jaya dan Pelawan, terutama dalam menunjang kegiatan ekonomi dan sosial.

"Peresmian ini adalah wujud nyata kontribusi Provinsi Kalimantan Timur untuk Kutai Timur. Selama 13 tahun masyarakat harus menyeberangi sungai untuk beraktivitas, kini semuanya menjadi lebih mudah. Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mewujudkan pembangunan jembatan ini," jelas Bupati Ardiansyah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR- Pera) Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, memaparkan sejarah panjang pembangunan jembatan ini, yang dimulai dari perencanaan tahun 2013, pemacangan pertama 2014, sempat terhenti 2016, dan dilanjutkan kembali pada 2021 hingga selesai secara fisik pada 2026. 

Ia juga menyabut, meskipun masih dalam tahap penyempurnaan. Namun  jembatan yang menghabiskan anggaran senilai  sekitar Rp 176 miliar, dengan bentangan 390 meter dan akses jalan sepanjang 500 meter ini sudah bisa dilalui kendaraan roda empat dan sepeda motor. Dengan pengecualian kendaraan  berat karena harus menunggu uji beban.

"Jembatan ini menghemat perjalanan yang sebelumnya harus menempuh rute darat sekitar 100 km atau menyeberangi sungai yang tidak menentu. Efisiensi waktu dan akses ekonomi masyarakat akan meningkat signifikan,"jelasnya.

Acara peresmian juga dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Wakil Ketua 1 DPRD Kutim Sayid Anjas, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Noviari Noor, Asisten Pemkesra Trisno, para kepala perangkat daerah Provinsi Kaltim, anggota DPRD Provinsi Kaltim Dapil Kutim, serta tamu undangan lainnya.

Dengan beroperasinya Jembatan Nibung, diharapkan mampu membantu mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar, distribusi barang dan jasa lebih cepat, serta peluang ekonomi terbuka lebih luas. Infrastruktur ini menjadi simbol nyata komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan warga, khususnya Kutim.



Penulis : Maulana

#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km²  atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur.  Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.