SANGATTA SELATAN - Pemerintah Kecamatan Sangatta Selatan tengah mematangkan langkah strategis untuk pelaksanaan program dan kegiatan yang akan di laksanakan di tahun 2026. Salah satu sasaran awal yang di sasar terkait pembenahan sisi administrasi yang akan di mulai dari tingkat Rukun Tetangga (RT).
Camat Sangatta Selatan, Dewi, mengungkapkan untuk memuluskan program tersebut, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar rapat koordinasi bersama seluruh kepala desa dan lurah di Kecamatan yang berbatasan langsung dengan Ibu Kota Kabupaten ini.
Menurut Dewi, dari hasil evaluasi yang sudah di lakukan, menunjukkan bahwa terdapat sejumlah kebijakan di tingkat desa, khususnya terkait penggunaan anggaran RT, yang belum sepenuhnya selaras dengan program yang di canangkan oleh Pemerintah Kabupaten. Terutama yang berkaitan dengan 50 program prioritas Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Mahyunadi.
“Ke depan, kami akan menyelaraskan seluruh perencanaan dan pelaksanaan program di tingkat desa agar sejalan dengan target prioritas pembangunan daerah, sekaligus mendukung dan mengoptimalkan program unggulan Kepala Daera,”ujar Dewi,Selasa (07/04/2026.
Ia menegaskan bahwa berdasarkan regulasi yang berlaku, terdapat sejumlah bidang wajib yang harus menjadi perhatian dalam pembangunan desa, seperti infrastruktur, kesehatan, pendidikan dasar, serta pelayanan masyarakat termasuk posyandu.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya melibatkan secara altif peran dasa wisma menjadi ujung tombak pendataan masyarakat di tingkat paling bawah. Ia menjelaskan Dasa wisma adalah unit kecil masyarakat yang menjadi penghubung langsung antara warga dan pemerintah, terutama yang berkaitan dengan data dan pelaksanaan program di tingkat paling dasar.
Dalam rapat koordinasi yang dijadwalkan berlangsung pada 8 April atau Rabu ini, pihak kecamatan juga akan mendorong desa untuk memperkuat peran dasa wisma, termasuk dalam mendukung program pemanfaatan pekarangan dan peningkatan kapasitas masyarakat.
“Jika dasa wisma aktif, maka berbagai program seperti peningkatan ekonomi keluarga, kesehatan, hingga pendidikan bisa lebih mudah diintervensi dari tingkat dasar,” tambahnya.
Terkait penggunaan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK), Dewi mengungkapkan bahwa selama ini alokasinya masih terpusat pada pembangunan infrastruktur. Padahal, ruang pemanfaatannya jauh lebih luas.
Ia menjelaskan, dominasi pembangunan infrastruktur selama ini tidak terlepas dari usulan masyarakat di tingkat RT yang memang lebih banyak mengarah ke kebutuhan fisik. Namun demikian, menurutnya perlu ada pengaturan komposisi agar pembangunan lebih menyentuh berbagai aspek.
“Kita akan tetap mengakomodasi kebutuhan masyarakat, tetapi komposisinya harus diatur agar pembangunan tidak hanya berfokus pada fisik, melainkan juga pada pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
Penulis : Maulana
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km² atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.