SANGATTA- Sebanyak 512 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menerima Tanda Kehormatan Satyalencana Karyasatya. Bupati Ardiansyah Sulaiman secara simbolis menyematkan tanda jasa kepada 6 perwakilan ASN di lingkup Pemkab Kutim yang berlangsung di Gedung seba Guna KAwsan Pemeirntahan Bukit Pelangi, Sangatta.Kamis (8/10/2026).
Adapun rincian penerima penghargaan, yakni 53 orang menerima Satyalencana Karyasatya XXX Tahun, 113 orang menerima Satyalencana Karyasatya XX Tahun, dan 346 orang menerima Satyalencana Karyasatya X Tahun.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman berharap penghargaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus pengingat bagi para penerima untuk terus menjaga pengabdian dan meningkatkan kinerja.
Karena itu, pelayanan publik harus terus ditingkatkan agar semakin cepat, mudah, tepat dan transparan. Setiap kebijakan, kata dia, harus memberikan manfaat, sementara penggunaan anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan melalui hasil yang nyata.
“Efisiensi anggaran harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan. Keterbatasan anggaran bukan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan, tetapi menjadi dorongan bagi kita untuk semakin kreatif, inovatif, dan tepat dalam menentukan prioritas pembangunan,” tegasnya.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan, Ardiansyah juga mengingatkan ASN Kutim agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Digitalisasi, teknologi informasi hingga pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) harus dimanfaatkan untuk mempercepat pekerjaan, meningkatkan akurasi, menyederhanakan proses dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan pemerintah.
Namun, menurutnya, perkembangan teknologi tidak boleh menggeser nilai dasar dalam menjalankan tugas sebagai ASN. Integritas dan tanggung jawab harus tetap menjadi fondasi pelayanan.
“Zaman boleh berubah, teknologi boleh berkembang, tetapi komitmen untuk melayani masyarakat dengan integritas harus tetap menjadi fondasi,” tegas Ardiansyah.
Dirinya juga meminta ASN senior untuk mengambil peran sebagai teladan sekaligus mentor bagi generasi ASN yang lebih muda.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutim Misliansyah menjelaskan, 512 penghargaan yang disematkan dalam kegiatan tersebut berasal dari dua Surat Keputusan (SK) Presiden, yakni SK tahun 2025 dan SK tahun 2026.
Menurut Misliansyah, sebagian penerima yang tercantum dalam SK tahun 2025 belum sempat menerima penyematan pada tahun sebelumnya. Karena itu, penghargaan tersebut kemudian disematkan bersamaan dengan penerima berdasarkan SK tahun 2026.
“Penghargaan ini ada dua SK dari Presiden, SK bulan November tahun 2025 dan sebagian yang kita dapatkan pada tahun 2026,” jelas Misliansyah.
Ia mengatakan, penyematan tahun ini mencakup seluruh penerima dari kedua SK tersebut dengan total 512 orang.
“Karena tahun kemarin belum sempat kita sematkan. Jadi ini berjumlah 512 orang yang kita serahkan pada hari ini penyematannya,” ujarnya.
Misliansyah menambahkan, penerbitan SK Satyalencana Karyasatya dilakukan secara berkala. Berdasarkan mekanisme yang berjalan, SK dapat diterbitkan pada periode Juni dan November, sementara penghargaan yang ditetapkan pada November umumnya disematkan pada tahun berikutnya.
Hadir pada kegiatan tersebut, Wakil Bupati Mahyunadi, Ketua DPRD Kutai Timur Jimmy, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pimpinan Perangkat Daerah dan camat se-Kabupaten Kutai Timur.(Daus)
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.