SANGATTA — Kontingen Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengawali perjuangan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) IV 2026 dengan hasil positif. Cabang olahraga (cabor) catur berhasil menyumbangkan satu medali emas dan satu perunggu, sekaligus menjadi raihan medali pertama bagi tuan rumah dalam ajang olahraga antaraparatur sipil negara (ASN) tersebut.
Capaian awal ini menjadi modal penting bagi Kutim yang sebelumnya telah menetapkan target juara umum. Optimisme tersebut disampaikan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat melepas 218 anggota kontingen di Lapangan Helipad, Bukit Pelangi, kawasan Perkantoran Pemerintah Kabupaten Kutim, Minggu (1/11/2026).
Dalam kesempatan itu, Ardiansyah menegaskan bahwa status sebagai tuan rumah harus menjadi motivasi tambahan bagi seluruh atlet untuk tampil maksimal. Ia meminta seluruh peserta tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan menunjukkan semangat juang tinggi dalam setiap pertandingan.
Menurutnya, kekompakan seluruh unsur yang tergabung dalam kontingen menjadi salah satu kekuatan penting untuk mewujudkan target tersebut. Kontingen Kutim sendiri melibatkan personel dari berbagai instansi, mulai dari pemerintah daerah, Polres, Kodim, Kejaksaan hingga Pengadilan.
"Karena kita hari ini tuan rumah, jadi namanya semangat jangan tanggung-tanggung. Kita harus siap menjadi juara umum," tegas Ardiansyah di hadapan para manajer dan peserta kontingen.
Pelepasan kontingen ditandai dengan penyerahan bendera oleh Bupati Ardiansyah kepada Ketua Kontingen Basuki Isnawan. Sebanyak 218 personel diberangkatkan, terdiri dari 178 atlet, 12 manajer, 15 pelatih dan 13 official yang akan berlaga pada 12 cabang olahraga.
Ketua Kontingen Bapor Korpri Kutim, Basuki Isnawan, menyampaikan bahwa seluruh atlet telah mempersiapkan diri untuk memberikan hasil terbaik. Ia juga menegaskan komitmen kontingen untuk berjuang bersama dan menjaga kekompakan selama kompetisi berlangsung.
"Kita semua bersama-sama dan bersatu, untuk tahun ini kita menguatkan tekad menjadi juara umum," ungkap Basuki.
Optimisme tersebut mulai mendapatkan pembuktian melalui pertandingan cabor catur. Atlet Muhidin yang mewakili Sekretariat Kabupaten Kutim sukses meraih medali emas pada kategori catur putra. Sementara medali perunggu disumbangkan Sudirman dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim.
Ketua Harian Kontingen Kutim, Syahfur, mengapresiasi pencapaian kedua atlet tersebut. Menurutnya, raihan dua medali pada awal kompetisi menjadi hasil menggembirakan sekaligus pembuka peluang bagi kontingen untuk terus menambah perolehan medali.
"Alhamdulillah hari ini kita dari cabor catur sudah dapat satu emas, satu perunggu. Ini awal yang baik, kita yang pertama dapat emas," ujarnya.
Ia berharap keberhasilan cabor catur dapat menjadi pemantik semangat bagi atlet dari cabang olahraga lainnya yang akan bertanding pada hari-hari berikutnya. Dengan kompetisi yang masih berlangsung, Syahfur optimistis kontribusi medali dari cabor lain dapat terus bertambah.
"Mudah-mudahan nanti berlanjut ke cabor-cabor yang lainnya. Semoga yang lain juga bisa mengikuti jejaknya," pungkasnya.
Porprov Korpri IV 2026 dijadwalkan berlangsung pada 31 Oktober hingga 8 November 2026 dengan Kutai Timur, khususnya Sangatta, sebagai pusat penyelenggaraan. Raihan awal dari cabor catur menjadi bekal positif bagi kontingen tuan rumah untuk melanjutkan perjuangan sekaligus mewujudkan ambisi merebut gelar juara umum.(Irhan)
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.