SANGATTA – Untuk optimalisasi Program Kerja Bunda PAUD melalui Kelompok Kerja (Pokja) se Kutai Timur (Kutim) digelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pokja Bunda PAUD sekaligus Penguatan Kapasitas Bunda PAUD Tingkat Kecamatan dan, Desa dan Kelurahan secara hybrid (online dan offline) di Ruang Pertemuan Gedung Wanita Bukit Pelangi Sangatta, Jumat (9/9/2022).
Kegiatan yang dirangkai dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) Bunda PAUD dengan pemerintah Kabupaten Kutai Timur ini turut dihadir, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Bunda PAUD Kutim Hj Siti Robiah, Kepala Dinas Kesehatan dr Bahrani, Sekretaris Diskominfo Perstik Ronny Bonar S, Kabag Kerjasama Setkab Kutim Ardiyanto Indra Purnomo, Ketua Pokja Bunda PAUD Achmad Junaidi, Pengurus Pokja, Bunda PAUD Kecamatan dan Desa serta undangan lainnya.
Usai melakukan penandatangan MoU, Bupati Ardiansyah meminta Bunda PAUD segera berkoordinasi dengan mitra yang ada di pemerintah atau dinas terkait yang memiliki alur kerjasama, sehingga apa yang diharapkan terkait dengan PAUD bisa berjalan sebagaimana yang diinginkan.
Dirinya menambahkan pemerintah Indonesia memberikan ruang dan waktu kepada PAUD, apakah lembaganya, pendidikannya dan mitranya, bahkan pemerintah sendiri diantara Perangkat Daerahnya merupakan mitra bagi PAUD.
“Dengan adanya Mou tadi, silahkan sesegera mungkin tuangkan perjanjian kerjasamanya dengan beberapa Perangkat Daerah sesuai dengan kegiatan yang menjadi bagian Pendidikan PAUD,” ujar Ardiansyah.
Selanjutnya dirinya mengatakan sangat setuju apabila disetiap desa minimal ada satu sekolah PAUD dan dirinya mengharapkan anak-anak minimal masuk PAUD satu tahun sebelum masuk ke jenjang sekolah dasar.
Terkait Penguatan Kapasitas Bunda PAUD Tingkat Kecamatan dan Desa dan Kelurahan yang dilaksanakan ini, ardiansyah menyebut hal ini sangat penting dalam rangka meningkatkan layanan PAUD yang berkualitas.
“Apalagi diwajibkan minimal satu desa satu PAUD, oleh karena itu pemerintah mendukung sepenuhnya PAUD dalam mewujudkan layanan yang berkualitas di Kutim,” tuturnya.
Sebelumnya Bunda PAUD Kutim Hj Siti Robiah menyampaikan saat ini kesadaran masyarakat untuk mendirikan Lembaga PAUD sangat besar, hal ini karena disadari anak usia dini merupakan periode emas untuk membentuk karekter anak.
“Periode emas ini merupakan masa pertumbuhan otak anak yang pesat sampai usia empat tahun, tingkat kapabilitas kecerdasan anak telah mencapai 50 persen pertumbuhan otak anak dan pada usia delapan tahun mencapai 80 persen. 20 persennya dicapai setelah umur delapan tahun keatas,” kata ia.
Dirinya menambahakan masa emas inilah karakter-karakter yang baik ditanamkan dan harus terus dikawal agar anak bisa berkembang secara optimal. Pemerintah mempunyai kebijakan untuk mengawal optimalisasi periode emas ini melalui kebijakan satu desa satu PAUD.
“Dengan PAUD bisa mempersiapkan sosial emosional anak, psikomotorik dan lainnya. Pendidikan anak usia dini tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah,” ujar istri orang nomor satu Kutim ini.
Penulis : Daus
Editor : Joni
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.