SANGATTA — Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, tekankan pentingnya seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda dalam mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Bupati Ardiansyah Sulaiman usai memimpin upacara peringatan hari kesaktian pancasila ke- 61 di halaman sekretariat daerah, Bukit Pelangi kawasan Pemerintahan, Sangatta, Kamis (01/10/2026).
Bupati Ardiansyah menilai, pesatnya perkembangan era digitalisasi saat ini menghadirkan berbagai dinamika dan tantangan baru bagi kehidupan berbangsa. Menurutnya, pergeseran pola hidup di era modern menuntut masyarakat untuk semakin bijak dalam menyaring berbagai pengaruh yang masuk.
Di tengah kemajuan teknologi tersebut. Selain itu, keterbukaan informasi membuat beragam nilai serta ideologi dari luar sangat mudah diakses oleh siapa saja. Bupati menekankan bahwa penguatan identitas dan ideologi bangsa menjadi benteng utama agar peradaban digital tidak mencabut akar budaya masyarakat.
"Pancasila ini tetap menjadi bagian dari proses pembelajaran generasi kita, mulai dari pelajar sampai semua anak-anak bangsa di mana pun mereka berada," ujarnya.
Selain tantangan era digital, orang nomor satu di Pemkab Kutim itu juga menyoroti kondisi sosial masyarakat di yang sangat heterogen (keberagaman) yang terdiri dari berbagai suku, agama dan budaya yang mampu hidup berdampingan dengan damai di Kabupaten yang akan segera berusai ke 27 tahun ini, dinilai sebagai potensi besar yang harus dijaga melalui semangat toleransi.
Dalam kesempatan itu, Bupati yang hadir mengenakan jas hitam itu, mengapresiasi masyarakat yang selama ini mampu merawat keharmonisan di tengah perbedaan tanpa terpancing isu-isu yang memecah belah. Menurutnya, sikap saling menghargai antarelemen warga merupakan bukti nyata bahwa nilai-nilai Pancasila telah membumi di Kutim.
Dirinya menegaskan bahwa momen 1 Oktober tidak boleh sekadar menjadi rutinitas seremonial belaka. Semangat persatuan yang telah ditunjukkan oleh para pendahulu harus dilanjutkan dalam bentuk kontribusi nyata bagi daerah.
"Dengan adanya heterogenitas ini, kita saling menghargai satu sama lain dan konsep kita hanya satu, kita bangun Kutai Timur," pungkasnya.(Irhan)
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.