SANGATTA - Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah mengaku bersyukur inflasi di Kalimantan Timur (Kaltim) tahun ini turun. Seperti data yang dilaporkan Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Setkab Kutim Vita Nurhasanah dan Pejabat Fungsional Dayang Rika di Ruang Kerja Bupati Kutim, Selasa (4/4/2023), saat Rapat koordinasi (Rakor) pembahasan konkrit pengendalian inflasi di daerah yang digelar Kemendagri RI melalui virtual turut diikuti Bupati Kutai Timur (Kutim).
Lebih lanut Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyampaikan informasi untuk tingkat nasional data per tahun mulai Maret 2022 sampai dengan Maret 2023, inflasi turun menjadi 4,3 persen dibandingkan pada Februari lalu mencapai 5 persen lebih.
"Allhamdulillah sesuai data berarti ada penurunan," ungkap Ardiansyah saat membuka Musrenbangkab, di Ruang Akasia GSG, Bukit Pelangi Sangatta.
Ardiansyah menjelaskan maka dari data itu, secara otomatis inflasi di Kaltim dan Kutim mengalami penurunan juga. Di Kaltim data inflasinya 5,6 persen bulan lalu turun menjadi 5,3 persen.
"Jadi beberapa indikatornya untuk menurunkan inflasi cukup mengena. Seperti kegiatan ekonomi kerakyatan yakni UMKM, kemudian kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) dan Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan (DTPHP)," pungkasnya.
Penulis : Wak Hedir
Editor : Joni
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.