Cari Berita

Ketik kata kunci untuk mencari berita di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur

CSIRT Kutim Diperkuat, Pemkab Fokus Hadapi Ancaman Phishing dan Defacement

Asisten Pamkesra Trisno saat membuka (Bimtek) Manajemen Prosedur Penanganan Insiden Siber bagi Anggota Computer Security Incident Response Team (CSIRT) atau Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS)
Asisten Pamkesra Trisno saat membuka (Bimtek) Manajemen Prosedur Penanganan Insiden Siber bagi Anggota Computer Security Incident Response Team (CSIRT) atau Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS)

 

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus berupaya memperkuat keamanan ruang digital dan sistem informasi pemerintah daerah. Hal itu bertujuan untuk menghadirkan ruang pelayanan publik yang lebih cepat, efisien dan transparan.

 

Salah satu sektor yang menjadi penentu hadirnya layanan publik yang optimal yakn tersedianya sumber daya manusia (SDM)  yang memiliki kompetensi yang memadai dan mampu beradaptasi dengan perkembangan tekhnologi yang semakin berkembang pesat.

 

Melalui, instansi teknisnya, Dinas Komunikasi informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Prosedur Penanganan Insiden Siber bagi Anggota Computer Security Incident Response Team (CSIRT) atau Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS).Rabu (9/9/2026).

Asisten  Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setkab Kutim, Trisno, yang hadir membuka acara, menekankan bahwa CSIRT harus menjadi garda terdepan dari kesiapsiagaan Pemkab Kutim. Menurutnya, penanganan insiden harus dilakukan secara terstruktur dan terkoordinasi, bukan berdasarkan tindakan reaktif masing-masing pihak ketika masalah terlanjur terjadi.

 

"Hal ini menjadi tujuan utama kegiatan ini, yaitu menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan kemampuan anggota CSIRT dalam menangani insiden secara cepat, tepat, dan akuntabel. Saya berharap Bimtek ini tidak sekadar memberikan pemahaman teori, tetapi benar-benar memberikan kesiapan saat menghadapi kasus nyata," ujar Trisno yang hadir mewakili Sekretaris Daerah Rizali Hadi yang berhalangan hadir.

 

Kepala Diskominfo Staper Kutim Ronny Bonar H Siburian

Ia juga meminta agar ASN yang memiliki tanggung jawab sebagai operator CSIRT  harus memiliki kewaspadaan yang cukup tinggi dan siap bekerja setiap saat untuk langsung bertindak secara matang dan terukur mengatasi berbagai persoalan yang di hadapi.

 

"Jangan sampai ketika insiden muncul, kita baru mencari tahu siapa yang harus dihubungi. Kesiapsiagaan harus dibangun sebelum insiden terjadi," tegasnya berpesan kepada seluruh peserta.

 

Pada akhirnya, dirinya berharap agar pelatihan yang akan berlangsung selama dua hari ini, dapat memperkuat kemampuan CSIRT Kabupaten Kutai Timur yang menadji salah satu pilar penting dalam mendukung terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan digital yang aman, andal, dan terpercaya.

 

 

Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H. Siburian, menyampaikan bahwa kegiatan yang di ikuti sebanyak 20 peserta  yang merupakan perwakilan dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam keanggotaan TTIS Kutim saat ini, menyasar peningkatan kapasitas, kompetensi, dan kesiapsiagaan anggota CSIRT Kabupaten Kutim.

 

"Fokus utama kita adalah penanganan insiden Phishing dan Web Defacement. Melalui Bimtek ini, anggota CSIRT diarahkan agar mampu memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam setiap tahapan penanganan insiden," lapor Ronny.

Selain itu, kegiatan yang menghadirkan dua narasumber ahli di bidang keamanan siber, yakni Ronny Tiaka, S.Tr.Kom (Pranata Komputer Ahli Pertama Diskominfo Kota Samarinda) dan Ibnu Try Rosadi, S.Tr.TP., M.Stat (Sandiman Ahli Muda pada Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah,(BSSN) ini juga di fokuskan tekait penerimaan laporan, identifikasi awal, analisis dan klasifikasi insiden, penentuan prioritas, tindakan containment (penahanan), eradikasi, pemulihan, hingga monitoring dan penyusunan laporan pascainsiden yang terdokumentasi dengan baik,

 

"Ke depannya, keanggotaan TTIS akan dikembangkan dengan melibatkan seluruh Perangkat Daerah hingga tingkat Kecamatan untuk memperkuat koordinasi. Sehubungan dengan rencana tersebut, saat ini kami sedang menyusun revisi Surat Keputusan (SK) pembentukan dan keanggotaan TTIS sebagai dasar penguatan struktur, tugas, dan fungsinya," tambahnya.(Wiryadi).



#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31,239,84 km²  atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur.  Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif,15 desa persiapan dan 2 kelurahan.