Tue 27/01/2026
  Admin Berita Berita

Dari Beasiswa hingga Digitalisasi, Strategi Dinkes Kutim Tingkatkan Pelayanan Kesehatan




SANGATTA – Dinas Kesehatan Kutai Timur (Dinkes Kutim) terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan layanan dasar kepada masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr. Yuwana Sri Kurniawati, menyampaikan bahwa ketersediaan dokter spesialis di seluruh wilayah Kutai Timur masih menjadi salah satu tantangan, mengingat daerah ini terbagi ke dalam 18 kecamatan.

“Pemerintah terus memberikan atensi besar dalam pelayanan kesehatan. Tidak hanya agar mudah diakses, tetapi juga lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai salah satu langkah strategis, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur memberikan stimulus pendidikan berupa beasiswa kepada tenaga kesehatan, khususnya dokter umum, agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang dokter spesialis.

“Kami memiliki dokter-dokter muda yang tersebar di 21 puskesmas. Mereka akan didorong untuk mengambil pendidikan spesialis. Biaya pendidikan dibantu melalui berbagai sumber beasiswa, dengan harapan setelah lulus mereka kembali mengabdi di daerah,” jelas Yuwana, yang akrab disapa.

Selain itu, pemerintah juga menerapkan strategi jemput bola untuk mengatasi kekosongan dokter spesialis di wilayah terpencil. Program ini dijalankan melalui sinergi dengan enam organisasi profesi kesehatan, di antaranya Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), serta organisasi apoteker dan tenaga laboratorium.

Dalam pelaksanaannya, tim dokter spesialis akan dikerahkan untuk melakukan kunjungan rutin ke kecamatan-kecamatan. Penempatan tenaga kesehatan disesuaikan dengan kebutuhan serta ketersediaan fasilitas dan alat medis di masing-masing wilayah.

“Untuk daerah yang sudah memiliki peralatan medis namun belum didukung tenaga ahli, seperti di Wahau yang memiliki alat kesehatan mata tetapi kekurangan dokter spesialis, kami akan mendatangkan dokter spesialis mata dari RSUD Kudungga agar alat tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal,” tambahnya.

Yuwana juga menegaskan bahwa seluruh fasilitas kesehatan di Kutai Timur telah terintegrasi dengan Rekam Medis Elektronik (RME). Sistem digital ini menyimpan data medis pasien, mulai dari riwayat penyakit, hasil laboratorium, hingga resep obat, yang terhubung langsung dengan platform SATUSEHAT.

“Transformasi digital ini menjadi syarat wajib akreditasi dan bertujuan mempermudah pelaporan data kesehatan ke pemerintah pusat melalui sistem SATUSEHAT,” tegasnya.



Penulis : Irhan

#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km²  atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur.  Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.