SAMARINDA —Empat pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi menorehkan prestasi membanggakan setelah dinyatakan lulus Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan X Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI.
Keempat Pejabat yang sukses menyelesaikan pendidikan kepemimpinan tingkat tinggi ini masing-masing adalah Trisno yang menjabat sebagai Aisten Administrasi dan Pembangunan, Setkab Kutim, Ronny Bonar H. Siburian, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper). dr Yuwana Kepala Dinas Kesehatan, serta Jainuddin yang saat ini mengemban tugas sebagai Sekretaris DPRD Kutim. Kamis (1/10/2026),
Bertempat di Lantai 3 Gedung Auditorium Pusjar SKPP LAN RI, Samarinda, ke empat pejabat tersebut mengikuti rangkaian penutupan kegiatan pelatihan yang sudah di mulai sejak Mei lalu yang ditutup oleh Kepala LAN RI Dr. Muhammad Taufiq, DEA. Momen penting tersebut turut disaksikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni, Kepala Pusjar SKPP LAN RI Dr. Rahmat, serta sejumlah perwakilan kepala daerah di Kaltim.
Keberhasilan mereka tidak hanya diukur dari nilai kelulusan secara akademis, tetapi juga dibuktikan melalui karya inovatif (Proyek perubahan) yang dirancang secara spesifik yang di hadirkan untuk menjawab berbagai tantangan mendasar di bidang pemerintahan dan pelayanan publik di masing-masing daerah.
Dalam implementasinya, Trisno mengusung proyek perubahan berjudul "Transformasi Tata Kelola Program Unggulan Daerah Kabupaten Kutai Timur melalui Kerangka Kerja KAKS MANTAP", yang difokuskan untuk memperkuat tata kelola program-program unggulan agar proses pembangunan daerah jauh lebih terarah dan memberikan dampak secara luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Ronny Bonar H. Siburian mengembangkan inovasi "Transformasi Ekosistem Pelayanan Publik Digital Kutim atau Terpadu Digital Kutai Timur. Sebuah terobosan untuk menyatukan berbagai layanan publik pemerintah berbasis digital ke dalam satu ekosistem terpadu sehingga masyarakat dapat mengakses layanan publik lebih mudah, cepat, dan transparan.
Tidak ketinggalan, dr. Yuwana menghadirkan inovasi bertajuk "PENTAS KUTIM akronim dari Pelayanan Terpadu Serentak di Kutai Timur, sebuah layanan yang dirancang khusus sebagai strategi taktis untuk mengakselerasi penurunan angka stunting, melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dan pelayanan kesehatan terpadu.
Sedangkan, Jainuddin memilih untuk mendobrak sektor pelayanan legislatif dengan memperkenalkan "SAPA DEWAN" (Sistem Aplikasi Pelayanan Kedewanan), sebuah inovasi pemanfaatan ekosistem digital berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) guna mewujudkan pelayanan prima sekaligus mendongkrak citra positif lembaga legislatif di mata publik.
Mewakili Bupati Kutai Timur, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutim Noviari Noor yang hadir pada kegiata tersebut menyampaikan, apresiasi serta rasa bangga atas pencapaian gemilang para aparatur yang mengikuti pelatihan tersebut.
Ia menegaskan bahwa kelulusan ini bukanlah garis akhir dari proses belajar, melainkan titik tolak atau langkah awal yang krusial bagi para pejabat untuk mengaplikasikan ilmu kepemimpinan di instansi masing-masing. Menurutnya, proses panjang penyusunan proyek perubahan selama pelatihan telah menempa mereka menjadi motor penggerak perubahan yang sesungguhnya di lingkungan kerja birokrasi Kutim.
"Jadilah pemimpin yang adaptif. Terus lakukan kepemimpinan dan perubahan, karena tantangan pemerintahan dan kebutuhan masyarakat akan terus berkembang dari waktu ke waktu," pesannya dengan penuh penekanan,”ujarnya.
Diketahui, secara nasional, pelaksanaan PKN Tingkat II Angkatan X Tahun 2026 ini diikuti sebanyak 65 peserta yang berasal dari berbagai kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah di Indonesia. Adapun komposisi peserta tersebut meliputi 34 orang dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, 6 orang dari Pemkot Samarinda, 4 orang dari Pemkab Kutai Timur, 4 orang dari instansi lainnya, 2 orang dari Kabupaten Tabalong, 1 orang dari Kabupaten Mamuju, 7 orang dari Kabupaten Murung Raya, 3 orang dari Kabupaten Paser, 3 orang dari Kabupaten Maybrat, serta 1 orang dari Kabupaten Berau.
Dari total 65 peserta yang berpartisipasi, sebanyak 64 orang dinyatakan lulus dengan rincian kualifikasi predikat kelulusan yang membanggakan, yakni 16 orang meraih predikat sangat memuaskan, 47 orang memuaskan, dan 1 orang dengan predikat baik. Sementara itu, satu peserta lainnya terpaksa tidak dapat merampungkan pelatihan karen dunyartakan meninggal dunia. Yakni Almarhum Yustus Waymbewer yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten Maybrat asal Provinsi Papua Barat Daya.
Keberhasilan keempat pejabat eselon II Kutim diharapkan mampu mendongkrak performa birokrasi daerah secara keseluruhan. Pemkab Kutim optimis bahwa kapasitas kepemimpinan yang semakin matang dan lahirnya berbagai proyek perubahan yang berdampak langsung ini akan mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih modern, efektif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kutai Timur.(Wiryadi)
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.