JAKARTA - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfo Staper) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Ery Mulyadi menyebut pembangunan fasilitas-fasilitas infrastruktur Teknologi Informasi dan Teknologi (TIK) di daerah belum memadai. Untuk itu diperlukan kerjasama pemerintah antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
"Khususnya Kementerian Kominfo agar bisa membantu membangun infrastruktur, yang bukan hanya bersifat aplikasi. Kalau itu (aplikasi) kan tidak memerlukan biaya yang cukup besar. Dan yang memerlukan dana yang cukup besar harusnya ada dukungan dari pemerintah pusat," tutur Ery Mulyadi, ditemui usai mengikuti kunjungan ke Jakarta Smart City, di Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (23/5/2023) bersama dengan perangakat daerah lainnya di Pemprov Kaltim.
Lebih lanjut Ery menuturkan, Kementerian Kominfo mungkin satu-satunya Kementerian yang tidak memiliki Dana Alokasi Khusus (DAK).
"Tadi kami menyampaikan, mudah-mudahan kedepannya ada semacam DAK dari Kementerian Kominfo untuk membantu daerah dalam melakukan percepatan pembangunan infrastruktur TIK," kata Ery.
Seperti diketahui selama ini sambung Ery, pembangunan infrastruktur di bidang TIK di daerah, hanya dilaksanakan oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI).
"Kenapa dana yang cukup besar itu, tidak diserahkan kepada daerah-daerah? Sebab yang tahu kebutuhan membangun atau permasalahan di daerah adalah pemerintah daerah. Dan ketidak ada permasalahan itu tanggung jawab daerah," ujarnya.
Terkait pembangunan yang dilakukan oleh BAKTI, ia mengakui minim melakukan koordiansi dengan daerah. Kedepannya, Ery berharap agar ada koordinasi dengan pemerintah daerah dalam pembangunan TIK.
Penulis : Wak Hedir
Editor : Joni
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.