SAMARINDA - Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman, menerima penghargaan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, Badan Narkotika Nasional (P4GN BNN) RI, atas peran aktif fasilitasi implementasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, di Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kaltim. Penyerahan penghargaan tersebut oleh Kepala BNN RI Komjen Pol Dr Petrus R Golose di Gedung Teater HUB Universitas Mulawarman (UNMUL) Samarinda, Rabu (9/11/2022).
Selain Bupati Kutim, penghargaan juga diterima oleh Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, Makmur HAPK sebagai Tokoh Masyarakat, Bupati Penajam Paser Utara dan Rektor UNMUL.
Kegiatan penyerahan penghargaan tersebut juga dirangkai dengan Kuliah Umum dengan tema War On Drugs oleh Kepala BNN RI dan Launching Kampus Bersinar (Bersih dari Narkoba) di UNMUL Samarinda.
Acara tersebut turut dihadiri sekitar 150 mahasiswa dari berbagai universitas yang ada di Samarinda, digelar secara hybrid (online dan offline), live streaming oleh melalui Youtube BNN dan TV UNMUL.
Atas penghargaan P4GN BBN RI tersebut Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyebut semua berkat kerjasama semua pihak terkait sehingga bisa memperoleh penghargaan tersebut.
"Terima kasih atas semua kerjasama semua pihak yang telah berperan aktif dalam program P4GN. Namun, ini menjadi semangat bagi kita semua untuk gencar melakukan kegiatan P4GN di Kutim. Sehingga Kutim bisa menjadi daerah yang Bersinar (Bersih Narkoba)," pungkasnya.
Penulis : Wak Hedir
Editor : Joni
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.