SANGATTA - Membanggakan, kalimat itu cocok disematkan kepada siswa kelas VII asal SMP Negeri 3 Sangatta Utara, karena telah menelurkan kreativitas berupa desain motif batik yang diberi nama “Keluung” atau dalam bahasa indonesia berarti berkumpul.
Kepala sekolah SMP N 3 Sangatta Utara, Daud Boro Patoding menjelaskan, desain batik yang diluncurkan pada Minggu (11/06/2023) lalu, dan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur (Dispar Kutim) Nurullah dan Sekretaris Dispar Kutim Tirah Satriani, merupakan bagian dari implementasi kurikulum merdeka.
"Desain batik ini bagian dari tema yang terdapat dalam Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yakni tentang kearifan local. Salah satunya mengangkat kebudayaan masyarakat Kutai dan Dayak yang kita tuangkan dalam desain pakaian," terangnya.
Lebih lanjut Daud (sapaan akrab), bahwa desain batik tersebut akan disempurnakan bentuk dan motifnya, tanpa menghilangkan keasliannya. Juga akan didaftarkan Dispar Kutim ke lembaga Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai salah satu aset, yang akan dimiliki oleh sekolah yang beralamat di Jalan APT Pranoto Kecamatan Sangatta Utara tersebut.
"Jadi desain batik tersebut merupakan bagian pembelajaran yang dilakukan oleh seluruh siswa di kelas VII dan kita pamerkan dalam ajang Fashion Show,” tuturnya.
Daud mengaku bersyukur sekaligus bangga, sebab karya desain batik hasil kreativitas para siswanya mendapatkan apresiasi dan perhatian dari pemerintah daerah.
Penulis : Tehjo
Editor : Wak Hedir
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.