Cari Berita

Ketik kata kunci untuk mencari berita di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur

Menuju Kutim Bebas TBC 2030, Pemerintah Daerah Perkuat Strategi Penanggulangan

Bupati Ardiansyah Sulaiman didampingi istri (Ketua TP PKK Kutim) memimpin Rakor Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TBC)
Bupati Ardiansyah Sulaiman didampingi istri (Ketua TP PKK Kutim) memimpin Rakor Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TBC)


SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Ruang Damar, Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi,  kawasan Pemerintahan Sangatta, Kamis (23/7/2026). 

Rakor dipimpin langsung oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman. Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan dr. Yuwana Sri Kurniawati. Ketua PPTI Kutim Siti Robiah Ardiansyah. Perwakilan jajaran Perangkat Daerah (PD) dan Forkopimda serta undangan lainnya. Kehadiran orang nomor satu di Kutim ini menunjukkan komitmen Pemerintah daerah dalam upaya menangulangi penyakit yang sering menyerang paru-paru karena disebabkan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. 

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyatakan bahwa penanganan TBC menjadi salah satu focus utama Pemerintah Daerah. Berbagai kebijakan terus di hadirkan dalam mengeleminasi penyakit yang masuk kategori mematikan ini. Salah satunya dengan membentuk tim yang terdiri dari berbagi intansi yang terintegrasi dalam penanganan penanggulangan AIDS, Tuberkulosis dan Malaria (ATM). 

Meskipun sektor utama dalam penanganan hal ini berada di bawah kewenangan Dinas Kesehatan.Namun dirinya menegaskan, seluruh pihak terutama Perangkat Daerah di Lingkup Pemkab Kutim juga memiliki kewajiban yang sama untuk membantu mensukseskan program tersebut.

“Ini menajdi tanggung jawab kita bersama, untuk ikut serta menjadi bagian penting dalam mengeleminasi penyakit ini. Terutamadi KAbupaten Kutim,”ucapnya menutup keterangan kepada awak media.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr. Yuwana memaparkan tingginya ancaman TBC. Merujuk Global Tuberculosis Report 2025, setidaknya TBC menyebabkan sekitar 1,25 juta kematian secara global, di mana Indonesia menempati peringkat kedua dunia dengan perkiraan 1,09 juta kasus dan 125 ribu kematian per tahun.

Untuk menanggulangi hal tersebut, pihaknya (Dinkes) memperkuat strategi penanganan melalui jemput bola secara aktif (active case finding) serta memperluas investigasi kontak pada keluarga dan lingkungan pasien.

Melalui rakor ini, Kadinkes berharap seluruh Perangkat Daerah dan mitra pembangunan dapat menyusun rencana aksi bersama yang terukur serta melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala.

"Angka-angka tersebut seharusnya tidak hanya menjadi statistik, di balik setiap kasus terdapat seorang yang membutuhkan pelayanan kesehatan dan kepedulian masyarakat," pungkasnya.



Penulis : Irhan

#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31,239,84 km²  atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur.  Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif,15 desa persiapan dan 2 kelurahan.