i
SANGATTA - Potensi komoditas nanas di Desa Himba Lestari, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), mulai mendapat perhatian untuk dikembangkan menjadi salah satu produk unggulan daerah.
Terbaru, Otorita Jasa Keuangan (OJK) perwakilan Kalimantan Timur (Kaltim) menaruh minat terhadap komoditas yang d kembangkan masyarakat di Desa Himba Lestari,Kecamatan Batu Ampar ini.
Diketahui, pengembangan tidak hanya akan berfokus pada buah yang memiliki citarsa manis ini. Namun, akan menyasar produk turunan yang memanfaatkan daun nanas untuk di jadikan bahan industry textile.
Kepala Dinas, melalui Kepala Bidang Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, Achmad Dony Erviady, mengatakan beberapa hari lalu, pihaknya mendampingi perwakilan OJK untuk melihat secara langsung area produksi pengembangan buah yang memiliki nama latin Ananas comosus tersebut.
Kegiatan itu, menurut Doni biasa ia disapa, menjadi langkah awal untuk melihat peluang pengembangan nanas melalui kerja sama dengan para pealku usaha (investor), terutama untuk mendorong pengolahan hasil panen agar tidak berhenti pada penjualan buah segar.
Masyarakat di dorong untuk terus mengembangkan berbagai produk turunan dari komoditas nanas termasuk memanfaatkan daun yang selama ini tidak di manfaatkan
“Turunan nanas ini banyak sekali, sehingga jangan sampai hanya dijual buahnya. Kami ingin ada nilai tambah yang bisa meningkatkan penghasilan petani,” ujarnya.
Dari hasil peninjauan di hamparan tanaman yang diperkirakan mencapai sekitar 80 hektare tersebut, perwakilan OJK yang berjumlah empat orang itu, mengaku memberikan respons positif terhadap potensi pengembangan nanas.
“Salah satu yang menarik mereka (OJK), Nanas kita memiliki cita rasa manis yang khas,” katanya.
Melihat potensi yang cukup menjanjikan, dirinya mengaku, OJK akan segera menindaklanjuti, hasil kunjungan dengan menggelar forum group discussion (FGD) dengan melibatkan berbagai stekholder terkait termasuk mengundang beberapa investor untuk melihat secara dekat bagaimana potensi sektor holtikultura dari warga Himba Lestari ini bisa memberikan dampak perekonomian masyarakat melalui produk turunan nanas.
“Mereka (pemerintah kecamatan) juga sudah menyediakan lahan seluas 1,5 hektare yang rencanyan akan di jadikan sebagai Rumah Produksi Bersama (RPB),”ujarnya.
Menurutnya, petani menyambut positif rencana pengembangan tersebut, mereka juga berharap, hadirnya OJK di Himba Lestari bisa memberikan dampak positif bagi pengembangan dan peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.
Sebagai langkah awal, pihakny aakan segera menyusun kajian akademis yang melibatkan universitas. Kajian tersebut akan memetakan kebutuhan pengembangan industri nanas secara menyeluruh, mulai dari potensi produksi, kebutuhan fasilitas, pembiayaan, proses pengolahan hingga pemasaran produk.
“Jangan sampai petani nanas kehilangan semangat karena hasilnya hanya dijual sebagai buah. Kami ingin komoditas yang sudah dikenal ini tetap dipertahankan dan dikembangkan,” jelas Dony(Maulana)
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.