
Pemkab Kutim Matangkan Pembangunan RSUD Tipe D di Muara Wahau, AMDAL Ditarget Rampung 2026
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus mematangkan persiapan pembangunan fasilitas kesehatan yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D yang berlokasi di Kecamatan Muara Wahau.
Kepala Dinas Kesehatan (Kepala Dinkes Kutim), dr. Yuwana Sri Kurniawati, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya terus melakukan langkah strategis untuk segera mewujudkan layanan kesehatan yang representatif dan mudah di jangkau oleh masyarakat, terutama bagi warga yang ada di tiga Kecamatan, yakni Muara Wahu, Kongbeng dan Telen.
“Saat ini telah memasuki tahap peninjauan lokasi Pembangunan yang ada di Desa Wanasari. Pemerintah menargetkan tahap pembersihan lahan rampung pada tahun 2026 ini, sehingga proses konstruksi fisik dapat segera dimulai pada tahun 2027 mendatang,”ujarnya saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Jumat (23/01/2026).
Saat ini, pihaknya juga tengah berkonsentrasi untuk melengkapi berbagai persyaratan salah satunya terkait dokumen Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) yang di targetkan akan selesai di tahun 2026 ini. Mengingat, pembangunan rumah sakit tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga harus memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.
“Oleh karena itu, penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) menjadi salah satu tahapan penting yang wajib dipenuhi sebelum pembangunan rumah sakit dilakukan,”imbuhnya.
Dirinya menilai. Kehadiran rumah sakit yang akan berdiri diatas lahan seluas enam Hektare merupakan hibah dari pihak Desa Wanasari ini sudah sangat di nanti masyarakat, mengingat selama ini, apabila ada warga yang membutuhkan layanan kesehatan, hanya mengandalkan layanan kesehatan tingkat pertama (Puskesmas). Sehingga apabila perlu tindakan medis lanjutan, mereka harus menempuh jarak cukup lama untuk sampai di RSUD Kudungga yang selama ini menjadi rujukan utama layanan kesehatan warga di Kutim.
“Ini menjadi bagian dari komitmen bapak Bupati kita (Ardiasnyah Sulaiman) dalam mengahadirkan layanan kesehatan yang mudah di jangkau oleh masyarakat,”imbuhnya.
Selain bangunan fisik, mantan Direktur RSUD Kudungga tahun 2021 itu mengaku, pihaknya juga sudah mulai merancang kebutuhan alat kesehatan dan sumber daya manusia (SDM). Untuk tahap awal, RSUD Muara Wahau direncanakan berkapasitas 50 tempat tidur, yang nantinya, secara bertahap akan dikembangkan hingga 100 tempat tidur.
"Tiga komponen itu mutlak harus kita sediakan, agar pelayanan kesehatan keapda masyarakat bisa maksimal," tuturnya.
Perempuan berhijab ini juga mengaku optimis, dengan kondisi wilayah dan aksebiltas yang mudah, akan memudahkan dalam merekrut tenaga medis terutama Dokter spesialis yang akan bertugas di Rumah Sakit tersebut. Sehingga di harapkan dengan hadirnya Rumah Sakit tersebut mampu mengahdirkan layanan kesehetan yang purna kepada masyarakat
"Kita berharap. Proyek ini dapat menjadi solusi atas terbatasnya fasilitas kesehatan kepada Masyarakat. Kami juga meminta dukungandari seluruh pihak terutama masyarakat agar Pembangunan rumah sakit ini bisa segera di wujudkan," harapnya.
Penulis : Irhan
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km² atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.