Cari Berita

Ketik kata kunci untuk mencari berita di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur

Rawat Keberagaman, Bupati Ardiansyah Dorong FPK Jadi Pilar Persatuan Kutai Timur

Suasana Sarasehan Kebangsaan FPK Kutim
Suasana Sarasehan Kebangsaan FPK Kutim




SANGATTA - Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa persatuan dalam keberagaman merupakan modal utama pembangunan. Menurutnya, perbedaan suku, agama, budaya, dan latar belakang masyarakat bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang harus terus dirawat untuk mewujudkan sebuah cita-cita pembangunan yang bermuara pada kesejahteraan.


Hal tersebut disampaikan Bupati Ardiansyah saat membuka Dialog dan Rapat Koordinasi (Rakor) bertajuk Sarasehan Kebangsaan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) se-Kabupaten Kutai Timur yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di Pelangi Room Hotel Royal Victoria Sangatta, Senin (27/07/2026).

Dalam kegiatan  yang mengusung tema "Memperkuat Persatuan dalam Keberagaman untuk Mewujudkan Harmoni Sosial Menuju Kutai Timur Hebat" itu, Bupati Ardiansyah mengatakan bahwa kegiatan ini menajdi bagian penting dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, salah satu modal utama pembangunan bangsa adalah kemampuan menjaga kebersamaan di tengah berbagai perbedaan. 

Ia juga menegaskan, meskipun Indonesia memiliki ribuan pulau serta keberagaman suku, bahasa, adat istiadat, dan budaya, hingga kini bangsa Indonesia tetap kokoh berdiri dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia menyebut, keberagaman yang dimiliki Indonesia, termasuk di Kutai Timur, bukanlah hambatan, melainkan kekuatan yang harus terus dipelihara sebagai fondasi pembangunan. Ia mengatakan, FPK memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga semangat pembauran masyarakatsebagai bekal menghadapi tantanganpembangunan, termasuk menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

“Kita ingin Indonesia semakin diperhitungkan di tingkat internasional, dan itu hanya dapat dicapai jika persatuan tetap terjaga," ujarnya dihadapan Kepala Badan Kesbangpol Kutim, Tejo Yuwono, Jajaran Forkopimda Kutim, para Camat, serta undangan lainnya.
.

Bupati Ardiansyah juga bersyukur kondisi keamanan dan kerukunan di Kabupaten yang akans egera berusia ke 26 tahun ini tetap kondusif meski dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku, adat, dan budaya.

Orang nomor satu di Kutim itu juga meminta seluruh pengurus FPK untukterus memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat agar potensi konflik dapat dicegah sejak dini.

"Saya berharap kegiatan ini menjadi salah satu pendorong sekaligus barometer keberhasilan pembangunan daerah. Apa yang dilakukan FPK hariini sejalan dengan program unggulan PemerintahKabupaten Kutai Timur dalam memperkuatpersatuan masyarakat," pungkasnya.

Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kutai Timur, Albert, mengatakan Dialog dan Rakor Sarasehan Kebangsaan merupakan wadah strategis untuk memperkuat persatuan, merawat toleransi, serta mencegah potensi konflik sosial ditengah masyarakat yang majemuk.

Menurutnya, FPK dibentuk sebagai forum resmi yang menghimpun berbagai unsur masyarakat guna memperkuat pembauran antarsuku, ras, budaya, dan adat istiadat sesuai pedoman nasional.

"Kami memastikan FPK Kutai Timur siap membantu, mendukung, dan menyukseskan seluruh programkepala daerah. Kehadiran FPK harus mampu menjadi mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus memperkuat semangat persatuan masyarakat menuju Kutai Timur Hebat," tegasnya.

Diketahui kegiatan yang berlangsung sehari efektif ini menghadirkan Narasumber Ditjen Polpum Kemendagri, Rakhmad Rahadian, Ketua FPK Provinsi Kalimantan Timur, Syahri Jaang serta AKP Andi Husin dari satuan Densus 88 Anti Teror Polda Kaltim.




Penulis : Maulana

#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31,239,84 km²  atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur.  Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif,15 desa persiapan dan 2 kelurahan.