Cari Berita

Ketik kata kunci untuk mencari berita di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur

Rizali Hadi Dorong Formika Aktif Sejak Awal Perencanaan Pembangunan

Ksekretaris Daerah sekaligus Ketua Formika Rizali Hadi (putih) bersama Wakil Bupati Mahyunadi (Tejho/IKP Kehumasan)
Ksekretaris Daerah sekaligus Ketua Formika Rizali Hadi (putih) bersama Wakil Bupati Mahyunadi (Tejho/IKP Kehumasan)



SANGATTA – Kepala Forum Multipihak (Formika) Kutai Timur (Kutim) Rizali Hadi mendorong agar Formika mengambil peran lebih aktif dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

Menurutnya, keberadaan Formika selama ini telah berjalan melalui koordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Namun, ke depan keterlibatan tersebut perlu diperkuat sejak tahap awal perencanaan.

Rizali mengatakan, forum multipihak seharusnya tidak hanya hadir ketika pemerintah sudah memiliki program atau ketika aspirasi masyarakat telah dihimpun. Formika justru diharapkan dapat ikut melihat persoalan masyarakat sejak awal dan mencari pihak-pihak yang dapat terlibat dalam penyelesaiannya.

“Peran yang kita harapkan lebih aktif itu sejak dari perencanaan awal,” katanya

pria yang juga menjabat sebagai  Sekretaris Daerah (Sekda) Kutim ini  menjelaskan, kebutuhan yang muncul dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada umumnya berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Mulai dari jalan, jembatan, listrik hingga air bersih.

Persoalan tersebut, menurutnya, tetap menjadi bagian penting dalam pembangunan. Namun, pola penanganannya perlu diperluas dengan melihat potensi keterlibatan pihak swasta.

Formika dinilai memiliki posisi strategis karena mempertemukan berbagai pihak. Pemerintah dapat menyampaikan kebutuhan pembangunan, masyarakat menyampaikan persoalan di lapangan, sementara perusahaan dapat melihat ruang kontribusi sesuai wilayah dan kemampuan masing-masing.

“Persoalan di masyarakat itu setiap kita melakukan Musrenbang, persoalan infrastruktur ada jalan, jembatan, listrik, air bersih. Ini persoalan utama kebutuhan dasar masyarakat sebenarnya,” ujarnya.

Rizali berharap penguatan peran Formika dapat membuat proses perencanaan pembangunan lebih kolaboratif. Tidak semua persoalan harus berujung pada program yang sepenuhnya dibiayai pemerintah.

Dengan pendekatan tersebut, Formika diharapkan mampu membantu membangun komunikasi sejak awal antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, sehingga berbagai potensi dukungan dapat dipetakan sebelum program pembangunan berjalan.(Tejho)

Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.


#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.