SANGATTA — Rizky Sholeh Akbar membuktikan kemampuannya bersaing dengan atlet-atlet panjat tebing nasional. Atlet muda berusia 16 tahun yang kini menetap di Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, tersebut berhasil meraih medali perunggu pada National Climbing Series 3 Tahun 2026 kategori boulder kelas umum bertajuk Bupati Cup V di kawasan Sport Climbing Bukit Pelangi, Sangatta.
Capaian itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Akbar. Di tengah persaingan yang mempertemukannya dengan nama-nama besar seperti Raviandi Ramadhan dari DKI Jakarta dan Ardana Cikal Damarwulan dari Jawa Barat, ia mampu menembus tiga besar. Ardana sendiri merupakan atlet nasional yang meraih medali emas nomor lead putra pada SEA Games 2025 di Thailand.
Akbar mengaku tidak menyangka bisa meraih hasil tersebut. Ia memilih menghadapi pertandingan dengan santai, tanpa terlalu terbebani oleh nama besar lawan-lawannya.
“Bawa enjoy aja sih, santai, ngobrol, ambil pemanasan, banyak-banyak nanya pengalaman sama yang lebih tinggi,” tuturnya.
Baginya, bertanding dengan atlet berpengalaman bukan hanya soal persaingan, tetapi juga kesempatan untuk belajar. Ia berusaha menjaga mental, menikmati setiap kesempatan di dinding panjat, sekaligus menyerap pengalaman dari atlet lain.
Namun, kemampuan yang ditunjukkannya di Bupati Cup V bukan hasil yang datang secara tiba-tiba. Akbar telah menekuni panjat tebing sejak 2015, ketika usianya masih sekitar lima tahun. Ketertarikannya bermula saat melihat orang berlatih memanjat. Dari situ, keinginan untuk mencoba tumbuh dengan sendirinya.

Setahun setelah mulai berlatih, ia sudah mengikuti kompetisi pertamanya, Spider Kid di Samarinda pada 2016. Kala itu, ia belum berhasil meraih juara. Meski begitu, Akbar terus berlatih dan mengikuti berbagai kejuaraan hingga kemampuannya berkembang.
Dalam tiga disiplin panjat tebing, yakni boulder, lead, dan speed, Akbar paling menyukai nomor boulder, disusul lead dan speed. Boulder juga menjadi kategori yang paling banyak memberinya hasil positif. Sebelum meraih perunggu di Kutai Timur, ia pernah mencatatkan prestasi pada kejuaraan nasional kelompok umur dengan meraih emas pada nomor lead dan perak pada nomor boulder.
Sejak 2024, Akbar menetap di Sangatta Selatan setelah sebelumnya tinggal di Kota Bontang. Di lingkungan barunya, ia terus mengembangkan kemampuan bersama para pelatih dan rekan-rekan sesama atlet di Kutai Timur.
Persiapannya menghadapi Bupati Cup V juga menjadi bagian dari program latihan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan berlangsung di Kabupaten Paser pada November 2026. Porsi latihan yang dijalaninya cukup padat karena kejuaraan ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi kompetisi tersebut.
Bagi Akbar, persiapan bukan hanya menyangkut kemampuan teknik dan fisik. Mental juga menjadi bagian penting yang harus dijaga, terutama ketika berhadapan dengan atlet-atlet yang memiliki pengalaman lebih banyak.
Di balik persiapannya, ada dukungan keluarga yang turut menguatkannya. Akbar merupakan putra dari Wahyu Irwan dan Yuni Andriani. Menjelang pertandingan, kedua orang tuanya memberikan pesan sederhana agar ia tidak terlalu memikirkan hasil dan tetap menikmati setiap gerakan.
“Enjoy aja, jangan mikirin apa-apa, rileks aja manjatnya. Banyak-banyak berdoa,” demikian pesan orang tuanya sebelum ia bertanding.
Pesan tersebut menjadi bekal bagi Akbar untuk menjalani pertandingan dengan lebih tenang. Ia pun bersyukur mendapatkan dukungan dari keluarga serta lingkungan panjat tebing di Kutai Timur.
“Terima kasih buat coach ( Jamal Al Hadat dan Firiadi) saya yang sudah melatih saya dari nol. Terima kasih juga buat keluarga besar FPTI Kutai Timur yang sudah menerima saya dengan baik,” ujarnya.
Medali perunggu ini menjadi tambahan motivasi bagi Akbar untuk menghadapi tantangan berikutnya. Ia menargetkan capaian yang lebih baik pada tahun mendatang dan ingin terus meningkatkan kemampuannya, terutama dalam menyelesaikan jalur-jalur yang dirasa sulit.
Di luar aktivitasnya sebagai atlet, Akbar juga memiliki cita-cita menjadi dokter gigi. Ia ingin tetap berprestasi di dunia olahraga sekaligus mempersiapkan masa depan melalui pendidikan.
Kepada teman-teman seusianya, ia menyampaikan pesan agar tidak mudah menyerah dalam mengejar sesuatu yang diinginkan.
“Semangat aja sih, jangan pernah nyerah. Ingat, setiap usaha pasti ada hasilnya,” pesannya.
Sebelas tahun sejak pertama kali mengenal panjat tebing, Akbar telah melewati banyak proses, mulai dari latihan, kompetisi pertama tanpa gelar, hingga akhirnya berdiri di podium kejuaraan nasional. Kini, dengan medali perunggu di tangan dan persiapan menuju Porprov Paser yang terus berjalan, ia ingin melangkah lebih jauh.
Bagi Akbar, perjalanan ini belum selesai. Masih ada target yang ingin dicapai, tantangan yang harus ditaklukkan, dan cita-cita yang ingin diwujudkan. Dari Sangatta Selatan, ia melanjutkan prosesnya sebagai atlet muda yang ingin membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan dapat membawa prestasi lebih tinggi.(Tejho)
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.