SAMARINDA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melakukan kunjungan Kunjungan kerja untuk melihat secara langsung konsep, pola pengelolaan, serta kesiapan fasilitas Sekolah Rakyat di Kota Samarinda sebagai bahan persiapan pembangunan program serupa di Kutim
.
Kungker jajaran Pemkab Kutim dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kabupaten Kutim, Noviari Noor, didampingi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setkab Kutim Trisno,Kepala Dinas Sosial Ernata Hadi Sujito serta perwakilan dari berbagai Perangkat Daerah Kutim.
Di kesempatan ini Noviari mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi Pemkab Kutim untuk melihat secara langsung konsep bangunan Gedung Sekolah Rakyat yang nantinya akan diterapkan di Kutim.
Ia menyebut, hasil kunjungan ini menjadi akan memberi gambaran secara langsung terkait struktur, bentuk serta tujuan di bangunnya Sekolah Rakyat. Menurutnya, SR tidak hanya akan menjai sebuah program pendidikan, namun memiliki berbagai tujuan yang lebih besar dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Setelah kita melihat secara langsung, ini menguatkan analisa dan kesimpulan kita di awal. Ini (SR) adalah konsep sosial sebagai jaminan negara terhadap generasi penerus bangsa ini,” jelasnya.
Sementara itu Asisten Pemerintahan dan Kesra Setkab Kutim Trisno menyebut orientasi utama program Sekolah Rakyat bukan semata-mata meningkatkan angka pendidikan, melainkan menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pemenuhan hak dasar masyarakat. Ia menilai keberadaan Sekolah Rakyat akan memberikan dampak signifikan bagi Kutim, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Selain itu, sebagai daya dukungnya, ia menyebut, sejumlah kebutuhan utama yang menjadi kewenangan pemerintah daerah telah dipersiapkan, mulai dari lahan hingga koordinasi penyediaan infrastruktur pendukung seperti air, listrik, dan internet.
“Tinggal menyesuaikan antara existing (keperluan) dengan perencanaan dari kementerian. Yang kedua penyiapan daya dukung juga sudah kita komunikasikan dengan stakeholder dan siap,” jelasnya.
Kepala Dinas Sosial Kutim Ernata Hadi Sujito menambahkan data sasaran telah tersedia melalui Kementerian Sosial. Untuk tahap awal, Sekolah Rakyat di Kutai Timur direncanakan memiliki enam rombongan belajar (rombel) untuk jenjang sekolah dasar, dua rombel untuk SMP, dan dua rombel untuk SMA.
“Data calon peserta nantinya akan menjadi bagian dari proses pengusulan proposal dan asesmen sesuai ketentuan program Sekolah Rakyat,” kata Ernata.
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Kutim juga mendapat masukan dari Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Samarinda, Sofyan Agus.
Ia menyampaikan salah satu hal yang perlu menjadi perhatian Kutim adalah kesiapan sumber daya manusia, khususnya tenaga pengajar, tenaga kependidikan, wali asuh, dan wali asrama. Menurut Sofyan, pengalaman Samarinda selama menjalankan sekolah rintisan membuat proses transisi menuju sekolah permanen menjadi lebih mudah karena kebutuhan tenaga pendidik dan pendamping telah tersedia.
“Penyediaan tenaga pengajar, tenaga kependidikan, wali asuh, wali asrama mungkin butuh peran dari Pemda. Karena kalau kami di Samarinda sudah satu tahun menjalani rintisan, sudah ada guru dan wali asuh di sana. Jadi ketika gabung di sini, kami tidak kerepotan kekurangan guru,” jelasnya.
Hal yang harus menjadi perhatian menurutnya, yakni dampak hadirnya Sekolah Rakyat yang tidak hanya dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga penerima manfaat. Dimana, orang tua siswa juga akan menjalani asesmen untuk mengetahui kebutuhan keluarga. Hasil asesmen tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai program bantuan pemerintah.
“Misalkan butuh usaha apa, kemudian kalau rumahnya secara kriteria bisa dapat bedah rumah, diberikan bedah rumah oleh Kementerian Sosial. Jadi banyak program yang bisa masuk untuk siswa Sekolah Rakyat,” jelasnya.(Daus)
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31,239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif,15 desa persiapan dan 2 kelurahan