Cari Berita

Ketik kata kunci untuk mencari berita di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur

TP PKK Kutim Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Program KISAK, KILAS, dan KIAT

TP PKK Kutim Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Program KISAK, KILAS, dan KIAT



SANGATTA - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Kutai Timur (TP PKK Kutim) menggelar pelatihan kader Pokja I yang mengusung program KISAK (Keluarga Indonesia Tertib Administrasi Kependudukan), KILAS (Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual), dan KIAT (Keluarga Indonesia Anti Trafficking). 

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutai Timur, Sangatta, Rabu (08/04/2026) tersebut diikuti seluruh Pokja l TP PKK seluruh Kecamatan dan Desa se-Kutim. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kader dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait administrasi kependudukan, perlindungan anak, serta pencegahan tindak perdagangan manusia.

Ketua TP PKK Kabupaten Kutai Timur, Ny. Siti Robiah Ardiansyah, menegaskan bahwa PKK memiliki empat kelompok kerja (Pokja) yang masing-masing berperan penting dalam pembangunan keluarga.

“Fokus kegiatan ini mengarah terhadap penguatan ketahanan keluarga melalui tiga program utama, yaitu KISAK, KILAS, dan KIAT. Ketiganya menjadi fondasi penting dalam membangun keluarga yang tertib, aman, dan sejahtera,” ujarnya.

Ia menjelaskan, melalui program KISAK, masyarakat diharapkan semakin meningkatkan kesadaran akan pentingnya administrasi kependudukan. Setiap anggota keluarga wajib memiliki dokumen resmi seperti akta kelahiran, kartu keluarga, hingga KTP sebagai identitas hukum yang sah.

Lebih lanjut, istri orang nomor satu di Kutim ini juga menyampaikan melalui program KILAS, kader PKK diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya perlindungan anak dari kekerasan seksual.

“Edukasi mengenai pencegahan kekerasan seksual sangat penting agar anak-anak kita tidak menjadi korban. Peran orang tua dan lingkungan sangat menentukan,” tegasnya.

Sementara itu, melalui program KIAT, masyarakat diberikan pemahaman terkait bahaya perdagangan manusia atau trafficking yang kerap terjadi akibat minimnya informasi.
Ia menambahkan, apabila seluruh program PKK dari Pokja I hingga Pokja IV dapat dijalankan secara optimal, maka akan tercipta masyarakat yang lebih tertata, baik dari segi moral, pendidikan, kesehatan, hingga peningkatan ekonomi keluarga.

“Kita harus waspada terhadap berbagai modus yang menjanjikan pekerjaan, namun berujung pada eksploitasi. Kader PKK harus mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak mudah terjebak dalam praktik trafficking,” tambahnya.

Terakhir, dirinya  berharap para kader yang mengikuti pelatihan dapat menyebarluaskan ilmu yang diperoleh hingga ke tingkat paling bawah, yakni dasa wisma.


Diketahui kegiatan yang berlangsung sehari efektif ini membawakan Narasumber antara lain Rusnaini dari Disdukcapil yang membawakan materi KISAK, Murtiningsih dari Pokja I PKK dengan materi KILAS, serta Nurika Nugraheni dari Pokja I PKK yang menyampaikan materi KIAT.



Penulis : Maulana

#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km²  atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur.  Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.