
Wabup Kutim Ajak Petani Sawit Kembangkan Usaha Secara Berkelanjutan
SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (wabup Kutim), Mahyunadi, menyoroti peran penting sektor perkebunan sawit sebagai penopang ekonomi daerah di masa depan.
Hal itu disampaikannya saat dirinya menghadiri kegiatan buka bersama Forum Petani Kelapa Sawit (FPKS) Kutim yang berlangsung di di Cafe Kongko, Jalan Poros Dayung, Teluk Lingga, Sangatta, Kamis (05/03/2026).
Menurut Mahyunadi, sektor kelapa sawit memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kutai Timur. Selain menyerap ribuan tenaga kerja lokal, perkebunan sawit juga mendorong perputaran ekonomi masyarakat melalui kemitraan plasma, usaha mikro, hingga sektor jasa pendukung lainnya.
Semenjak ada forum petani kelapa sawit, ada beberapa faktor keuntungan yang pemerintah dapatkan, yakni berkurangnya konflik antara masyarakat dengan perusahaan yang ada, baik itu konflik lahan maupun harga," ujarnya.
Selain itu, dirinya berharap, para petani sawit dapat terus bergerak maju dan mengembangkan usahanya dengan melibatkan lebih banyak masyarakat agar mampu menciptakan kesejahteraan serta menjaga pertumbuhan ekonomi daerah
Berkaitan dengan kegiatan yang dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim tersebut, dirinya tak lupa berikan apresiasi tinggi FKPS Kutim yang secara konsisten memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
Menurutnya, keberadaan forum ini telah menjadi mitra strategis pemerintah, terutama dalam meminimalisir gesekan yang sering terjadi di sektor perkebunan. Kehadiran berbagai kelompok petani sawit dalam satu wadah dianggap mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif.
Ditempat yang sama, Ketua FPKS Kutimr, Nasrudin, menjelaskan bahwa agenda ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara petani swadaya, pemerintah dan pihak lainnya. Menurutnya, pendekatan personal melalui kegiatan sosial seperti ini sangat efektif untuk meredam potensi kesalah pahaman di lapangan.
Nasrudin juga menambahkan, bahwa santunan yang disalurkan dalam acara tersebut merupakan bentuk kepedulian anggota forum terhadap lingkungan sekitar. Anak-anak yatim yang menerima bantuan merupakan warga yang tinggal di lingkungan RT para pengurus dan anggota FPKS sendiri.
"Paling tidak, kalau sudah saling kenal, akan lebih mudah untuk mengurusi berbagai persoalan untuk meminimalkan pertengkaran antara petani-petani swadaya dengan perusahaan," pungkasnya.
Penulis : Irhan
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km² atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.