Cari Berita

Ketik kata kunci untuk mencari berita di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur

Zubair Sebut Walaupun Terjadi Fluktuasi Harga Bahan Pokok, Kutim Masih Kategori Aman Karena Masih di Bawah Nasional

Zubair Sebut Walaupun Terjadi Fluktuasi Harga Bahan Pokok, Kutim Masih Kategori Aman Karena Masih di Bawah Nasional
SANGATTA - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) dalam hal ini Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), secara maraton mengikuti rapat evaluasi dan pengendalian harga bahan pokok nasional, yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Senin (20/02/2023).

Rapat tersebut diikuti secara virtual (zoom meeting) Asisten Perekonomian dan Pembangunan Zubair didampingi unsur terkait mulai dari Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Zaini, Kepala Bagian Pekonomian Setkab Vita Nurhasnah, perwakilan Forkopimda serta undangan lainya di Ruang Media Center Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim. 

Ditemui usai Rapat itu, Asisten Pamkesra Zubair menjelaskan, rapat kali ini guna membahas kenaikan harga bahan pokok penting yang di sebabkan adanya inflasiasi, dengan mengambil Sampel (contoh) daerah di Indonesia yang memiliki nilai inflasi yang terendah dan tertinggi.

“Walupun mengalami fluktuasi (Naik turun), kita (Kutim) masih kategori aman karena masih di bawah nasional, yakni di bawah 5 persen,” ujarnya.

Adapun jenis bahan pokok yang mengalami kenaikan , Zubair yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi ini membeberkan, meliputi beras medium, bawang putih, daging cabai besar serta minyak goreng.

“Namun kenaikan itu masih dalam kondisi normal dalam kisaran Rp 500 hingga Rp 2.000,” imbuhnya.

Secara umum, Zubair mengatakan, hampir seluruh wilayah di Indonesia merasakan dampak adanya inflasi, khusunya di sektor transportasi dan perawatan pribadi yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat khusunya pelaku usaha.

“Selain adanya kenaikan biaya transportasi, juga disebabkan adanya produksi barang yang mulai terbatas,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam arahanya mengatakan,   berdasarkan data yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) pusat angka inflasi secara nasional di bulan Januari turun menjadi 5,28 persen yang sebelumnya, yakni,  pada Desember 2022 sebesar 5,51 persen.

“Inflasi kita turun sangat signifikan sekali, dan bapak Presiden (Joko Widodo) merespon sangat baik serta mengapresiasi dan ini berkat kerjasama yang baik antara tim pengendali inflasi pusat dan daerah,” ujarnya.

Penulis : Tehjo
Editor : Joni

Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.

#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.