
BEM STIPER Kutim Tegaskan Komitmen Jaga Hutan Kutai Timur
SANGATTA – Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutai Timur (Kutim) resmi dilantik. Yosua Sihotang didaulat untuk memimpin organisasi kemahasiswaan ini untuk periode 2025-2026.
Pelantikan dilakukan langsung Ketua STIPER Kutim Ismail Fahmi Almad dan dihadiri oleh seluruh jajaran civitas kampus yang beralamat di jalan Soekarno Hatta Sangatta.
yang berlangsung diruang Meranti Kantor Bupati, Sangatta, Selasa (13/01/2026)
Dalam sambutannya, Ketua STIPER Kutai Timur Ismail Fahmi Almadi menegaskan bahwa pelantikan yang dirangkai dengan dialog daerah yang mengusung tema Hutan Kutim Dalam Genggaman tersebut, bukan sekadar ceremonial, melainkan awal dari tanggung jawab besar mahasiswa dalam menjalankan peran strategisnya di tengah masyarakat.
“Pelantikan BEM hari ini adalah momentum penting bagi mahasiswa STIPER Kutai Timur untuk mengambil peran aktif sebagai agen perubahan. Saya berharap pengurus BEM yang baru mampu menjadi mitra kritis kampus, pemerintah, dan masyarakat, khususnya dalam isu-isu strategis daerah seperti lingkungan dan kehutanan,”ujar Ismail Fahmi Almadi.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Dialog Daerah yang dinilai relevan dengan kondisi Kutai Timur sebagai daerah dengan kawasan hutan yang luas.
“Tema Hutan Kutim Dalam Genggaman sangat tepat. Mahasiswa harus hadir dengan gagasan, bukan hanya kritik, tetapi juga solusi untuk keberlanjutan hutan Kutai Timur,” tambahnya.
Sementara itu, Presiden BEM STIPER Kutai Timur yang baru dilantik, Yosua Sihotang, menyampaikan komitmennya untuk menjalankan roda organisasi secara progresif dan berpihak pada kepentingan mahasiswa serta masyarakat.
“Kami menyadari amanah ini bukan hal yang ringan. BEM STIPER Kutai Timur akan menjadi ruang perjuangan mahasiswa yang aktif, kritis, dan solutif. Isu lingkungan dan kehutanan akan menjadi salah satu fokus utama kami ke depan,”tegas Yosua.
Ia juga menekankan bahwa Dialog Daerah menjadi langkah awal BEM STIPER Kutai Timur untuk membuka ruang diskusi publik yang konstruktif.
“Dialog daerah ini adalah bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap masa depan hutan Kutai Timur. Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam persoalan daerah,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Pengurus Pusat BEM se-Kalimantan, Deo Datus Feran, mengapresiasi langkah BEM STIPER Kutai Timur yang menginisiasi dialog daerah pasca pelantikan.
“BEM STIPER Kutai Timur telah menunjukkan bahwa mahasiswa pertanian memiliki posisi strategis dalam menjaga kelestarian hutan. Isu kehutanan bukan hanya isu lokal, tetapi isu regional Kalimantan bahkan nasional,”ungkap Deo.
Ia berharap BEM STIPER Kutai Timur dapat menjadi pelopor gerakan mahasiswa berbasis lingkungan di Kalimantan Timur.
“Kami dari BEM se-Kalimantan siap bersinergi dan mendorong gerakan kolektif mahasiswa dalam menjaga hutan dan lingkungan hidup,” tambahnya.
Diketahui Dialog Daerah ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Ordiansyah, Ketua DPC Partai Demokrat Kutai Timur, Bambang Wahyudi dari Dinas Lingkungan Hidup Kutai Timur, serta Deo Datus Feran dari Pengurus Pusat BEM se-Kalimantan.
Penulis : Maulana
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km² atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.