
Bidik Posisi Dua Besar Porprov Paser, KONI Kutim Upgrading Keorganisasian, Prestasi dan Kehumasan
SANGATTA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun olahraga daerah secara terstruktur dan profesional. Melalui kegiatan Upgrading Keorganisasian, Prestasi, dan Kehumasan, KONI Kutim mendapat apresiasi luas karena dinilai mampu memperkuat fondasi kelembagaan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan atlet.
Kegiatan yang digelar selama dua hari, 22–23 Desember 2025, di Kantor KONI Kutim tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kutai Timur, Basuki Isnawan, mewakili Bupati Kutim. Hadir dalam kegiatan itu Wakil Ketua I KONI Kalimantan Timur Ego Arifin, Ketua KONI Kutim H. Rudi Hartono, serta seluruh pengurus cabang olahraga (cabor) se Kutim.
Di kesempatan ini, Ketua KONI Kutim H. Rudi Hartono menegaskan bahwa keberhasilan prestasi olahraga harus ditopang oleh tata kelola organisasi yang disiplin dan profesional. Ia mengingatkan para pengurus cabor agar tidak lagi mengabaikan prosedur administrasi dalam setiap kegiatan.
“Organisasi ini punya aturan main. Jangan lagi ada kejadian mendadak, besok mau berangkat tapi surat baru masuk hari ini. Kedisiplinan administrasi sangat penting, karena berkaitan dengan izin kerja, koordinasi, dan tanggung jawab organisasi,” tegas Rudi Hartono.
Di bidang prestasi, Rudi menjelaskan bahwa KONI Kutim saat ini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap atlet yang lolos babak kualifikasi Porprov. Evaluasi tersebut dilakukan melalui pendekatan sport science, termasuk tes fisik dan psikologi atlet, dengan tujuan meningkatkan kualitas performa.
“Kita ingin hasil yang lebih maksimal. Dalam penentuan peringkat, satu emas nilainya jauh lebih besar dibanding banyak perak atau perunggu. Karena itu, atlet yang kemarin meraih perak dan perunggu akan kita dorong agar bisa naik level menjadi emas di Porprov,” ujarnya optimistis.
Tak kalah penting, Rudi Hartono juga menekankan peran strategis bidang kehumasan. Menurutnya, kerja keras atlet dan pelatih harus sampai ke masyarakat agar menumbuhkan kebanggaan dan dukungan publik terhadap olahraga daerah.
“Publikasi itu penting. Masyarakat perlu tahu bahwa atlet Kutim berjuang dan berprestasi. Kalau organisasi rapi, prestasi meningkat, dan publikasi berjalan baik, maka martabat olahraga Kutim akan semakin terangkat,” pungkasnya.
Sementara itu, Kadispora Kutim Basuki Isnawan dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberhasilan prestasi olahraga tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus dibarengi dengan penguatan organisasi dan manajemen yang baik.
“Prestasi harus sukses, tapi organisasi juga harus sukses. Tanpa tata kelola yang baik, prestasi tidak akan bertahan lama,” ujarnya.
Basuki memberikan apresiasi tinggi kepada KONI Kutim atas pelaksanaan upgrading tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi terobosan baru dan bahkan disebut sebagai yang pertama di Kaltim.
“Saya mengapresiasi KONI Kutim yang mampu membuat cabor terus bergerak, berbenah, dan semangat berprestasi. Setahu saya, upgrading seperti ini baru pertama dilakukan di Kaltim dan Kutim bisa menjadi contoh,” katanya.
Ia juga menyinggung dampak positif dari berbagai turnamen dan event olahraga yang digelar Pemkab Kutim. Menurutnya, hasil pembinaan mulai terlihat dari capaian atlet Kutim pada babak kualifikasi Porprov Kaltim VIII.
“Sekarang posisi kita sudah di empat besar dan terus merangkak naik. Dengan semangat dan pembinaan yang konsisten, kita optimistis Kutai Timur bisa finis di posisi dua besar pada Porprov VIII di Paser tahun 2026,” tutup Basuki penuh keyakinan.
Penulis : Daus
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km² atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.