SANGATTA — Asisten III Sekretariat Kabupaten (Setkab) Kutai Timur (Kutim) Idham Cholid mendorong para sarjana lulusan Sekolah Tinggi Pertanian (Stiper) Kutim tidak sekadar menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan peluang dan lapangan kerja baru melalui inovasi di bidang pertanian, kehutanan, dan peternakan.
Pesan tersebut disampaikannya saat mewakili Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman pada Wisuda Sarjana ke-XXI Stiper Kutim di Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi, kawasan Pemerintahan Sangatta, Rabu (7/10/2026).
Idham menilai, kelulusan para mahasiswa merupakan momentum penting setelah melewati proses pendidikan yang panjang, sekaligus menjadi awal bagi para sarjana untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah.
Menurutnya, generasi muda, khususnya lulusan perguruan tinggi, memiliki peran penting dalam mendorong transformasi Kutim. Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki daerah harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, penguatan sektor pangan, serta penciptaan nilai tambah.
"Jadilah generasi yang menentukan ke mana Kutim akan bergerak, dari daerah yang kaya sumber daya alam menjadi daerah yang kaya akan sumber daya manusia, teknologi, pangan, dan nilai tambah," tegasnya.
Lebih lanjut, Pemkab Kutim berharap para sarjana baru dapat mengambil peran sebagai agripreneur yang mampu mengembangkan inovasi sekaligus membuka lapangan kerja. Dengan demikian, keberadaan lulusan Stiper tidak hanya memberikan manfaat bagi dirinya sendiri, tetapi turut memperkuat kemandirian dan perekonomian daerah.
"Pemkab akan berkomitmen penuh mendukung kemajuan pendidikan tinggi sekaligus membuka ruang kerja sama seluas-luasnya bagi para alumni Stiper," bebernya.
Sementara itu, Ketua Stiper Sangatta Ismail Fahmy Almadi menyampaikan bahwa pada wisuda tersebut sebanyak 65 mahasiswa resmi dilantik sebagai sarjana dari Program Studi Agroteknologi, Kehutanan, dan Peternakan.
Ia berpesan agar para lulusan tidak menganggap wisuda sebagai akhir dari proses belajar. Menurutnya, kehidupan setelah bangku kuliah merupakan ruang pembelajaran nyata yang menuntut kesiapan mental, kemampuan beradaptasi, serta sikap yang baik dalam kehidupan bermasyarakat.
"Keberhasilan kalian bukan hanya diciptakan dari sebuah prestasi, tetapi juga dari sebuah adab dan berguna bagi masyarakat," tuturnya.(Irhan)
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.