SANGATTA - Program pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang dilaksanakan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Diskop UKM) Kutai Timur disambut positif oleh para pelaku usaha mikro. Salah satunya Nini Katrina.
Perempuan berhijab yang mengembangkan usaha kuliner dengan nama Ghatha Pudding ini mengaku merasa terbantu dengan adanya program pengurusan NIB. Menurutnya, keberadaan Nomor Induk Berusaha memberikan kepastian legalitas sehingga pelaku UMKM lebih percaya diri dalam mengembangkan usahanya.
"Selama ini kami ingin mengurus legalitas, tetapi belum memahami prosesnya. Dengan adanya pendampingan ini, semuanya menjadi lebih mudah. Semoga setelah memiliki NIB usaha kami bisa berkembang," ujarnya.
Nini biasa ia disapa menilai, perhatian pemerintah terhadap pelaku UMKM tidak hanya terlihat dari kemudahan pengurusan legalitas, tetapi juga melalui berbagai program pembinaan dan dukungan akses permodalan.
Menurutnya, langkah tersebut memberikan motivasi bagi pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas pasar. Dirinya berharap program ini bisa terus berlanjut dan bisa lebih berkembang lagi dengan menghadirkan berbagai yang memberikan kemudahan dalam pengembangan berbagai produk yang dihasilkan oleh para pelaku UMKM lokal.

“Mudah-mudahan ini terus berlanjut. Agar teman-teman kami juag bisa merasakan manfaatnya. Karena jujur ini sangat membantu kami untuk bisa terus berkembang,”ucap Nini
Dirinya menceritakan usaha yang dijalankan lahir dari sebuah hobi yang kemudian berkembang menjadi salah satu sumber penghasilan keluarga. Nini yang saat ini menjalankan usaha melalui sistem pesanan (by order) ini berharap dengan adanya NIB ini memudahkan untuk terus mengembangkan usahanya. Dimana dirinya bercita-cita untuk membuka toko yang representatif untuk memasarkan produknya.
Menurutnya, pendampingan yang dilakukan Diskop UKM tidak hanya memberikan bantuan administrasi, tetapi juga membuka wawasan mengenai pengelolaan usaha yang lebih profesional.
"Pendampingan ini membuat saya semakin termotivasi untuk mengembangkan usaha dan belajar mengelola keuangan dengan lebih baik," ujar nini saat diwawancarai di Aula Diskop Ukm, Selasa (04/08/2026).
Nini mengakui selama ini keuangan usaha dan kebutuhan pribadi masih bercampur sehingga ia belum dapat mengetahui secara pasti keuntungan yang diperoleh. Melalui pembinaan yang diberikan pemerintah, ia berharap mampu menyusun pembukuan usaha dengan lebih tertata sehingga bisnisnya dapat berkembang secara berkelanjutan.
Ia juga menyambut baik program penerbitan Nomor Induk Berusaha. Menurutnya, legalitas usaha akan membuka akses terhadap sertifikasi halal, pelatihan, pembinaan hingga peluang memperoleh tambahan modal di masa mendatang.
Selain itu, Nini berharap pemerintah terus menghadirkan program pemberdayaan yang mampu memperluas pasar bagi pelaku UMKM, termasuk memberikan kesempatan mengikuti berbagai pameran dan kegiatan promosi produk lokal.
"Kami berharap pemerintah terus mendampingi UMKM, bukan hanya melalui bantuan modal, tetapi juga membuka akses promosi dan pemasaran agar usaha kami semakin berkembang," katanya.
Nini mengisahkan, Berawal dari kegemarannya membuat puding dan berbagai kue, Perempuan yang sebelumnya bekerja sebagai karyawan ini, sering membagikan hasil buatannya kepada kerabat dan teman. Dan ternyata mendapat respon positif dan dia melihat adanya peluang usaha yang cukup menjanjikan. Nini memutuskan untuk berhenti dan coba mengembangkan usahanya yang di mulai sejak tahun 2021 silam.
“Selain itu, saya juga sudah di karuniai momongan,jadi say ajuga ingin lebih fokus merawat dan ingin lebih banyak waktu bersama keluarga,”ucap Nini
Meskipun dipasarkan hanya melalui media sosial (made by order), perlahan produk yang ia pasarkan dapat mendpat respon positif dari pasar. Pesanan mulai banyak berdatangan dari berbagai kalangan. Hal itu membuat Nini optimis untuk terus mengembangkan produknya. Setidaknya sudah ada beberapa varian olahan pudding dan kue yang ia hasilkan.
Meskipun sempat terhenti karena harus fokus menjaga orang tua yang sakit, sebagian modalnya juga terpakai untuk pengobatan. Namun, itu tidak menyurutkan semangat Nini untuk bangkit dan kembali mengembangkan usahanya. Karena diriny yakin doa dan restu orang tua menjadi sumber kekuatan serta keyakinan dalam menjalankan kembali usaha yang dirintisnya.
Ibu dari tiga anak tersebut menargetkan dapat mengembangkan Ghatha Pudding hingga memiliki toko sendiri dan tidak lagi hanya melayani pesanan berdasarkan permintaan pelanggan. Baginya, usaha kecil yang berawal dari hobi kini menjadi harapan untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga sekaligus masa depan yang lebih baik bagi anak-anaknya.
“Alhamdulillah, kami akhirnya bisa kembali bangkit. Dan bantuan yang kami terima dari Pemerintah ini juga sangat membantu untuk mengembangkan usaha,”ucap Nini yang menjadi salah satu penerima bantuan modal usaha dari Program Tenaga Kerja Mandiri Pemula dari Kementerian Ketenagakerjaan.
Penulis : Maulana
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km² atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 11 desa persiapan dan 2 kelurahan.