Sat 29/11/2025
  Admin Berita Berita

DLH Kutim Dorong Penguatan Proklim Lewat Bimtek Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim



SANGATTA- Binbingan Teknis (Bimtek) Pengintegrasian Aksi Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim serta Penguatan Kelembagaan Masyarakat dalam Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca untuk Membangun Ketahanan Komunitas Menuju Kampung iklim, berlangsung di Royal Victoria Hotel, Sangatta, Jumat (28/11/2025) 

Kegiatan yang menjadi bagian dari program yang dilaksanakan oleh Dinas ngkungan Hidup (DLH) Kutim ini diikuti sebanyak 50 peserta yang merupakan Kepala Desa  dari 15 Kecamatan yang berlangsung selama tiga hari mulai 28-30 November 2025 tersebut di buka oleh Kepala DLH Aji Wijaya yang di wakili oleh Sekretaris Andi Palesangi.

Dalam sambutanya, Andi Palesangi mengatakan perubahan iklim bukan lagi menjadi isu global semata, namun tantangan nyata di tingkat lokal yang memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat. Karena itu, perlu adanya gerakan bersama yang melibatkan seluruh pihak, terutama komunitas di desa atau kelurahan, untuk melakukan upaya mitigasi dan adaptasi secara mandiri.

“Dampak dari perubahan iklim sangat terasa mulai dari adanya bencana yang melanda. Dan kita haru ssiap untuk menghadapi itu. Makanya kita perlu ada upaya yang nyata untuk bisa mengantisipasi itu,”ujanrya.

Salah satu upaya antisipasi yang di lakukan oleh pemerintah. Yakni dengan menghadirkan program Kampung Iklim (Proklim) yang menjadi bagian dari upaya untuk  mendorong masyarakat desa atau kelurahan untuk berperan aktif menjaga lingkungan sekaligus menghadapi dampak perubahan iklim. Melalui berbagai kegiatan seperti pengelolaan sampah, penghijauan, penghematan energi, hingga pengelolaan air dan pencegahan bencana.

Kampung Iklim bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan tangguh. Program ini juga memperkuat peran kelompok masyarakat agar mampu mengelola lingkungan secara berkelanjutan sehingga kualitas hidup warga semakin meningkat.

“Program ini juga bisa di support melalui Dana Desa yang bisa membantu untuk melakukan mitigasi dan antisipasi melalui program penghijauan, pengelolaan sampah dan pemanfaatan energi terbarukan,”ungkap Andi.

Selain itu, untuk mendukung Proklim pihaknya juga menghadirkan program penghijauan yang bisa di manfaatkan oleh setiap desa untuk membantu menciptakan kawasan hijau dengan menanam tanaman buah di sekitar lingkungan rumah tangga. Tidak hanya memberikan bantuan tanaman, DLH juga kan memberikan bantuan pupuk untuk mendukung keberhasilan penghijauan di setiap desa yang akan di mulai di tahun 2026 mendatang.

Sementara itu, Kepala Bidang Penataan dan Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup, Nurahmi Asmalia mengatakan, kegiatan yang menghadirkan dua narasumber dari Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Kalimantan yakni Fatimah Asih Nur'aini dan Yanthi Wednida Lumban Gaol tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman bagi aparatur desa agar mampu mengintegrasikan strategi adaptasi dan indikasi secara efektif di tingkat masyarakat.

“Harapan kami setelah mengikuti kegiatan ini, peserta mampu mengkolaborasikan kegiatan yang ada di desa dengan kegiatan adaptasi dan indikasi perubahan iklim. Sehingga menambah jumlah kampung Iklim di Kutai Timur,”ucapnya.

Sebagai informasi, hingga tahun 2025 ini Kutim sudah terbentuk sebanyak 16 Kampung iklim. Dan saat ini sedang menunggu usulan Surat Keputusan (SK) persetujuan untuk  4 Kampung Iklim dari Kementrian Lingkungan Hidup (KLH).


Penulis : Tejho

#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km²  atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur.  Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.