Tue 03/03/2026
  Admin Berita Berita

Januar Bayu Irawan: Kolaborasi Jadi Kunci Turunkan Stunting



SANGATTA –Melalui pelaksanaan Aksi Konvergensi Stunting yang terintegrasi lintas sektor menjadi salah satu bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting.  Salah satunya melalui kegiatan Pendampingan Pengisian Data Aksi Konvergensi pada Web Aksi Bangda Kementerian Dalam Negeri Tahun 2026, yang dilaksanakan di Ruang Meranti Setkab Kutim, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan yang di inisisasi oleh  Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) serta menghadirkan narasumber Ahmad Riyadi Ahli Muda Tenaga Ahli Stunting  ini,  melibatkan berbagai Perangkat Daerah terkait termasuk ,camat , serta Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB). 

Kepala Bappeda Kutai Timur Januar Bayu Irawan menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan pengisian data Aksi Konvergensi pada website Aksi Bangda Kemendagri merupakan bagian dari implementasi kebijakan nasional yang merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Ia menjelaskan bahwa stunting masih menjadi tantangan serius yang berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia. Kondisi ini terjadi akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka waktu yang lama, yang tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik anak, tetapi juga mempengaruhi perkembangan otak serta potensi anak di masa depan.

“Upaya percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara konvergen dan terintegrasi melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari perangkat daerah, kecamatan hingga fasilitas kesehatan di tingkat pelayanan,” ujarnya.

Lebih lanjut Bayu menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menargetkan penurunan angka stunting hingga 19,22 persen pada tahun 2029, sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Ia juga mengapresiasi capaian yang telah diraih Kutai Timur dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data, prevalensi stunting berhasil diturunkan sebesar 12,80 persen dalam kurun waktu lima tahun, dari 39,70 persen pada 2019 menjadi 26,90 persen pada 2024. Sementara pada tahun 2025, target prevalensi stunting Kutai Timur ditetapkan sebesar 25,35 persen.

“Apa yang telah dicapai ini tentu menjadi hasil kerja bersama seluruh pihak. Namun upaya penurunan stunting harus terus diperkuat agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai,” jelasnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Bappeda Kutim Mitha Ferdina menjelaskan bahwa kegiatan pendampingan ini bertujuan memastikan pengisian data analisis situasi pada aplikasi Web Aksi Bangda Kemendagri dilakukan secara tepat berdasarkan data dari perangkat daerah, kecamatan, puskesmas dan PLKB.

Dalam upaya percepatan penurunan stunting, pelaksanaan Aksi Konvergensi Stunting dilakukan melalui empat tahapan utama, yakni analisis situasi, penguatan perencanaan, penguatan pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi.

Pendekatan konvergensi ini bertujuan memastikan kelompok sasaran prioritas, terutama keluarga dengan anak pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), memperoleh layanan gizi spesifik dan sensitif secara terpadu dan terkoordinasi.

Melalui kegiatan yang juga berlangsung secara daring (Online) ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berharap koordinasi lintas sektor semakin kuat sehingga data yang dihasilkan dapat menjadi dasar analisis situasi yang akurat dalam perencanaan program percepatan penurunan stunting.

Selain itu, hasil kegiatan pendampingan ini juga akan menjadi bahan dalam pelaksanaan Pra Musrenbang Tematik Stunting tingkat kabupaten sebelum digelarnya Musrenbang RKPD Kabupaten Kutai Timur.

Kegiatan ini melibatkan koordinasi lintas sektor yang masif, dengan total peserta yang terdiri dari 14 Perangkat Daerah. Selain itu, hadir pula 54 operator dan 54 verifikator dari berbagai kecamatan, puskesmas, serta PLKB. Tidak ketinggalan, 18 Camat turut dilibatkan sebagai approver untuk memastikan data yang diunggah telah tervalidasi dengan baik.



Penulis : Wiryadi

#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km²  atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur.  Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.