Cari Berita

Ketik kata kunci untuk mencari berita di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur

Jemput Bola Stop Stunting, Pemkab Kutim Perkuat Intervensi di Rantau Pulung

Momen penyeyrahan bantuan kepada masyarakat oleh Camat Vita Nurkhasanah di saksikan oleh Plh Kepala DPPKB Kutim Yuriansyah
Momen penyeyrahan bantuan kepada masyarakat oleh Camat Vita Nurkhasanah di saksikan oleh Plh Kepala DPPKB Kutim Yuriansyah




RANTAU PULUNG – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui program Layanan Jemput Bola Stop Stunting. Kali ini, layanan tersebut menyasar Kecamatan Rantau Pulung dengan menghadirkan berbagai bentuk intervensi langsung kepada masyarakat di Balai Pertemuan Umum Desa Kebon Agung, Selasa (14/7/2026).

Program ini merupakan implementasi Prioritas ke-22 dari 50 Program Unggulan Bupati Kutai Timur, yakni menghadirkan layanan jemput bola dalam penanganan stunting sekaligus mendukung masyarakat di bawah garis kemiskinan.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DPPKB Kutai Timur, Yuriansyah, mengatakan pendekatan jemput bola dipilih agar pelayanan pemerintah tidak lagi menunggu masyarakat datang, melainkan hadir langsung ke desa-desa yang membutuhkan.

“Kegiatan ini sebelumnya telah dilaksanakan di Teluk Pandan dan Sangatta Selatan, dan kini di Rantau Pulung. Ke depan, kami akan terus mengembangkan kebijakan yang relevan dan inovatif agar pelayanan semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Yuriansyah, konsep jemput bola memastikan seluruh keluarga yang masuk kategori berisiko stunting mendapatkan pendampingan, edukasi, hingga intervensi secara cepat dan tepat.

Berdasarkan data Sistem Informasi Keluarga (SIGA), terdapat 290 Kepala Keluarga Risiko Stunting (KRS) di Kecamatan Rantau Pulung yang tersebar di sembilan desa. Desa Tepian Makmur menjadi wilayah dengan jumlah KRS terbanyak, yakni 62 KK, disusul Desa Mukti Jaya 44 KK, Tanjung Labu 40 KK, dan Kebon Agung 29 KK.

Plh Kepala DPPKB Kutim Yuriansyah (tengah) saat memberikan pengarahan di Kecamatan Rantau Pulung

“Stunting bukan hanya soal tinggi badan anak, tetapi juga berdampak pada perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara bersama-sama,” tegasnya.

Sebagai bagian dari layanan jemput bola, DPPKB Kutim bersama Baznas Kutai Timur menyalurkan 20 paket Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada keluarga risiko stunting yang telah terverifikasi. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan gizi keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini.

Camat Rantau Pulung, Vita Nurhasanah, mengapresiasi kehadiran layanan tersebut. Ia mengajak seluruh kepala desa, TP PKK, kader kesehatan, hingga perusahaan di wilayah Rantau Pulung untuk memperkuat kolaborasi dalam mendeteksi dan menangani anak-anak berisiko stunting.

“Tolong terus pantau kesehatan dan perkembangan anak-anak di lingkungan masing-masing. Jika ada yang terindikasi kurang gizi atau pertumbuhannya tidak sesuai, segera laporkan agar dapat ditangani lebih cepat. Jangan menunggu hingga kondisinya semakin berat,” pesannya.

Ia berharap gerakan bersama ini mampu mewujudkan Rantau Pulung bebas stunting.

“Kami mengajak seluruh stakeholder untuk berkomitmen. Semoga ke depan angka stunting di Rantau Pulung dapat terus ditekan hingga mencapai nol kasus,” ucapnya.

Selain penyerahan bantuan PMT, kegiatan juga diisi dengan penyampaian materi penanganan Keluarga Risiko Stunting serta audit data KRS oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk DPPKB Kutai Timur, Tristiningsih, bersama Tenaga Ahli Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), Hendrik Casanova.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Balai KB serta Rumah Data Kependudukan “KB Agung Sejahtera” sebagai pusat pengelolaan data keluarga. Keberadaan rumah data tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung layanan jemput bola, karena data yang akurat menjadi dasar penyusunan intervensi yang tepat sasaran dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kutai Timur.




#Catatan Kaki                                                                    
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur,. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki wilayah yang luas 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.