SANGATTA - Mengusung tema "Mari Pilah Sampah dengan 3R. Reduce, Reuse, dan Recycle". Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kutai Timur memberikan pelatiah kepada anggota keterampilan mengubah sampah dapur menjadi pupuk kompos organik bernilai guna.
Kegiatan yang menggandeng Dinasl Lingkungan Hidup (DLJH) Kutim ini di fokuskan untuk teknik pemilahan limbah domestik secara mandiri langsung dari sumbernya agar tidak berakhir menjadi tumpukan sampah yang mencemari lingkungan.
Ketua DWP KutIM Lisnawarty, menyebut edukasi pengolahan sampah dalam lingkungan keluarga sangat penting, mengingat dominasi sampah di kawasan pemukiman sebagian besar berasal dari sisa kegiatan rumah tangga. Sehingga perlu adanya langkah yang kongkret untuk membantu mengurangi jumlah sampah yang bisa berdampak terhadap kerusakan lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.
"Sampah terbesar dari rumah tangga yang porsinya mencapai sekitar 70 persen, sehingga pelatihan pengolahan mandiri seperti ini sangat penting," katanya.
Kegiatan pelatihan ini, sambung istri dari Sekretaris Daerah Rizali Hadi in, merupakan tindak lanjut dari kegiatan serupa yakni pembuatan cairan eco-enzyme. Diharapkan dengan danya kegiatan ini, seluruh Anggota DWP bisa memanfaatkan berbagai limbah rumah tangga menjadi bahan tepat guna dan memberikan manfaat.
Menurutnya, Pemanfaatan sisa makanan menjadi kompos ini dinilai membawa dampak ganda, yaitu mengurangi beban penumpukan sampah sekaligus menyediakan pupuk alami yang ramah lingkungan untuk tanaman di pekarangan rumah.
"Langkah ini dilakukan agar para anggota dapat memahami mekanisme pemrosesan pupuk kompos organik dalam skala komersial dan berkelanjutan," pungkasnya.(Irhan)
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.