Wed 21/01/2026
  Admin Berita Berita

Kutim Dorong Swasembada Protein Hewani, Program Sikomandan Ditargetkan Hasilkan 100 Pedet




SANGATTA – Akselerasi populasi ternak lokal menjadi prioritas utama Pemerintah Daerah Kutai Timur (Pemda Kutim). Melalui optimalisasi program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan), dengan menargetkan kelahiran minimal 100 ekor pedet dari hasil rekayasa reproduksi.


Selain untuk menambah jumlah populasi, Program ini juga bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan  yang menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi daerah. 


Kepala DTPHP Kutim, Dyah Ratnaningrum melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Peternakan, Cut Meutia, menjelaskan fokus utama program ini yakni dengan  memaksimalkan teknologi Inseminasi Buatan (IB) pada indukan yang ada. Dengan pembuahan buatan, diharapkan   produktivitas ternak meningkat secara signifikan tanpa perlu mendatangkan bibit baru dalam jumlah besar dari luar pulau.

eberhasilan program ini, sambung perempuan berhijab ini, mampu memutus rantai ketergantungan pasokan daging dari daerah  lain. Melalui program ini juga menjadi bagian dari upaya untuk mewujudkan kemandirian  akan protein hewani, sehingga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi domestik secara berkelanjutan.

"Target kami tahun ini adalah, melihat hasil nyata dari indukan yang didistribusikan di Rantau Pulung. Kami menargetkan sebanyak  100 ekor anakan hingga akhir tahun 2026," harapnya. 

Menurutnya, peningkatan populasi di dalam daerah juga berfungsi sebagai tameng ekonomi terhadap fluktuasi harga pasar terutama di momen hari besar keagamaan. Dengan semakin banyaknya stok ternak lokal, maka tekanan harga akibat adanya biaya tambahan yakni transportasi logistik dari luar daerah dapat diminimalisir. 

Selain faktor ekonomi, langkah ini menjadi strategi preventif yang paling efektif dalam menjaga status kesehatan ternak. Memproduksi bibit sendiri berarti memperkecil peluang masuknya agen penyakit yang seringkali terbawa melalui pengiriman hewan lintas provinsi.

"Kita ingin mengurangi impor untuk melindungi Ternak dari wabah. Swasembada adalah kunci utama agar kita tidak rentan terhadap serangan wabah yang seringkali muncul secara tiba-tiba dari luar daerah," pungkasnya.



Penulis : Irhan

#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km²  atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur.  Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.