SANGATTA – Sebagai upaya untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), para pelaku Usaha Kecil Mikro (UKM), Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dina Koperasi dan UKM melaksanakan Pelatihan Aneka Olahan Madu Kelulut. Pelatihan yang diikuti 30 peserta dari 5 Kecamatan (Bengalon, Kaubun, Rantau Pulung, Sangatta Selatan dan Telen) dibuka oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di, Café dan Resto Teras Belad, Sangatta, Jum’at (9/9/2022).
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Darsafani mengatakan, nanti dapat dilaksanakan dan dikembangkan dan menjadi petani sekaligus pelaku usaha yang mandiri dan maju serta bisa membuat berbagai macam olahan dari madu kelulut.
“Saya berharap kelompok petani Madu Kelulut selakigus pelaku UKM bisa maju dan bersaing dengan pelaku usaha lainnya dan bisa mendongkrak perekonomian masyarakat,” harap Darsafani.
Lebih lanjut ia menambahkan, dalam rangka meningkat SDM, Diskop dan UKM Kutim telah menggelar beberapa pelatihan. Diantaranya, olahan bambu, rotan, gula aren, madu kelulut selanjutnya nanti akan ada pelatihan olahan buah mangrove. Serta pelatihan akuntansi, pemasaran dan digitalisasi hingga proses perizinan usaha.
Peltihan yang digelar selama tiga hari, mulai tanggal 9 hingga 11 September 2022, mendatangkan Narasumber dari Unhas Tamalanrea Jaya Makasar Dr Ir Budiman MAP yang merupakan Lektor Kepala (IVb) Assoc. Professor) pada Fakultas Kehutanan Universitas Hassanuddin Makasar.
Penulis : Wak Hedir
Editor : Joni
Keterangan Sumber: Setiap pengutipan, penyaduran, atau penggunaan informasi dan materi publikasi dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar mencantumkan sumber resmi serta menyertakan tautan menuju halaman atau berita asli.
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 31.239,84 km² atau 16 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 464.294 jiwa (semester 2 tahun 2025), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.