
Lahan Siap, Dokumen Lengkap: Kutim Menanti Survei Pusat Pembangunan Sekolah Rakyat
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) tengah mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat. Yakni, sebuah program unggulan yang di gagas oleh presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk memutus mata rantai kemiskinan, dengan cara menyediakan sarana pendidikan termasuk fasilitas pendukung lainya bagi masyarakat kategori kurang mampu.
Kepala Dinas Sosial Kutai Timur, Ernata Hadi Sujito, mengaku, Pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 8 hektare yang di puruntukkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kutim, yang berlokasi di Jalan Simono, Sangatta Utara.
Dirinya juga mengungkapkan, bahwa seluruh dokumen pendukung, mulai dari surat permohonan hingga peta lokasi, telah diserahkan kepada Kementerian Sosial (Kemensos) selaku instansi yang menangani program tersebut. dirinya menambahkan saat ini, pihaknya juga tengah menunggu kunjungan dari pemerintah pusat untuk peninjauan kondisi lahan yang telah disiapakan.
"Setelah melalui survei tim terpadu, lokasi di Simono dipilih karena statusnya merupakan milik pemerintah daerah yang sudah siap bangun," ujar Ernata saat ditemui awak media di Ruang kerjanya, Rabu (21/01/2026).
Lebih lanjut Ernata menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat yang mencakup jenjang SD, SMP, sampai SMA ini, mengusung konsep asrama penuh dan seluruh biaya operasional, sarana prasarana, hingga akomodasi siswa tidak akan di tanggung oleh orang tua siswa melainkan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Pusat.
"Fasilitas yang akan dibangun sangat lengkap, mulai dari 24 ruang kelas untuk tiga jenjang pendidikan, asrama, dapur umum. Bahkan akan ada lapangan besar utama untuk olahraga dan kegiatan lainya," lanjutnya.
Pria kelahiran, Banyuwangi itu menegaskan, seleksi akan dilakukan secara ketat melalui asesmen oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Fokus utama penerima manfaat adalah anak-anak yang terdaftar dalam data kelompok masyarakat (Desil) kemiskinan ekstrim, mulai dari Desil 1 hingga Desil 3. Namun penerimaan tersebut bisa mencapai hingga ke Desil 5 apabila kuota belum terpenuhi.
"Data teknis ada di BPS. Karena mereka yang menentukan klasifikasi ekonomi masyarakat. Kami di Dinas Sosial akan mendampingi proses verifikasi dan validasi ke lapangan untuk memastikan anak-anak dari keluarga tidak mampu ini mendapatkan akses pendidikan layak," jelas Ernata.
Ia manambahkan, bahwa kurikulum yang diterapkan nantinya tidak hanya mengikuti standar nasional. Tetapi juga akan ditanbah dengan pendidikan pembinaan moral, karakter keagamaan serta kedisiplinan. Untuk itu, dirinya berharap agar masyarakat bisa memanfaatkan program ini. terutama bagi mereka yang selama ini masih kesulitan untuk mendapatkan layanan pendidikan yang layak bagi anak-anaknya.
"Misi utama kita adalah mengubah nasib generasi mendatang. Boleh jadi orang tuanya saat ini kurang mampu, namun dengan bekal ijazah dan keterampilan dari sekolah ini, anak-anak mereka diharapkan memiliki pekerjaan layak. Sehingga mampu keluar dari lingkaran kemiskinan," pungkasnya.
Penulis : Irhan
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km² atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.