
Lewat AKSIS, Pemkab Kutim Serius Tekan Angka Stunting dan Kemiskinan
SAMARINDA- Langkah serius diambil oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) dalam upaya penanganan Stunting. Salah satunya dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki serta melibatkan berbagai pihak untuk terus menekan prevalensi angka Stunting di Kutim.
Melalui program Akademi Kolaborasi untuk Penanganan Kemiskinan dan Stunting atau AKSIS, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB), kembali menghadirkan sebuah inovasi yang tidak hanya akan membantu dalam mempercepat penurunan Stunting. Namun juga akan menekan angka kemiskinan yang menjadi pintu awal masuknya persoalan penyakit yang menyerang tumbuh kembang anak ini.
Sebagai langkah awal pelaksanaan program yang mendapat dukungan penuh dari Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman ini, maka digelar rapat bersama yang menghadirkan Perangkat Daerah terkait termasuk Lembaga Administrasi Negara (LAN) Samarinda yang akan terlibat secara langsung dalam AKSIS.
"Jadi hasil rapat ini, kami akan langsung menindaklanjuti di internal kami termasuk dengan mengundang seluruh Perangkat Daerah terkait untuk menentukan kriteria dan syarat yang akan melaksanakan program ini, *ujar Kepala DPPKB Kutim, Ahmad Junaedi, Rabu (21/01/2026)
Nantinya, para peserta yang dipilih tidak hanya sekedar pegawai yang hanya sebatas mewakili PD terkait. Namun akan dipilih berdasarkan kemampuan dan kesesuaian bidang kerja yang selaras dengan program AKSIS, terutama yang berkaitan dengan kemiskinan dan Stunting.
"Kita juga akan membedah tiga data yang akan menjadi acuan kerja. Yakni data keluarga berisiko Stunting,data anak Stunting dan data kemiskinan ekstrem, " ungkap Junaedi.
Sebelum terjun ke lapangan, seluruh peserta yang direncanakan akan berjumlah 40 orang ini juga akan mendapatkan pelatihan secara intensif dengan melibatkan narasumber yang berkompeten di bidangnya, diantaranya LAN Samarinda.
"Sehingga setelah pelatihan ini selesai, sudah ada rekomendasi program dan kegiatan yang akan kita sampaikan kepada pucuk pimpinan kita (Bupati dan Wakil Bupati), "ujarnya
Pria berkacamata ini berharap dengan adanya trobosan ini menjadi pemacu semangat seluruh pihak dalam upaya menuntaskan persoalan terkait kemiskinan dan Stunting di Kutim. Dirinya mengaku optimis dengan kolaborasi seluruh pihak, perlahan namun pasti, angka Prevalensi Stunting di Kutim akan terus menurun.
"Dengan turunnya keluarga berisiko Stunting dan Kemiskinan akan bermuara kepada turunnya angka Stunting di Kabupaten Kutai Timur, "pungkasnya.
Optimisme juga disampaikan oleh Kepala LAN Samarinda, Rahmat yang menyebut bahwa AKSIS menjadi salah satu langkah maju yang diambil oleh Pemerintah Daerah. Dengan mengootimalkan kolaborasi semua pihak termasuk swasta untuk merumuskan sebuah program yang tepat dan cepat dalam upaya menurunkan Kemiskinan dan stunting di Kutim.
"Saya yakin akan bisa, karena saat ini kita hanya perlu melakukan orkestrasi dan menjembatani program agar bisa langsung menyasar kepada masyarakat terutama yang berkaitan dengan kemiskinan dan stunting, "ucap Rahmat.
Penulis : Tejho
#Footnote
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, di Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km² atau 17 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Timur yang terbentuk sejak 12 Oktober 1999 berdasarkan UU. 47 Tahun 1999 ini memiliki jumlah penduduk 425.613 jiwa (semester 1 tahun 2022), terdiri dari 18 kecamatan, 139 desa definitif, 15 desa persiapan dan 2 kelurahan.